Mahasiswa KKN Literasi UNS 89 Dorong Pemanfaatan Eco Enzyme Untuk Pertanian

Mahasiswa Pertanian, Universitas Sebelas Maret Surakarta
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Naufal alif Adani tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kabupaten Sragen, Jawa Tengah — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS) melaksanakan program kerja yaitu “Pemanfaatan Eco Enzyme Untuk Pertanian Berkelanjutan dan Pengelolaan Limbah Organik Rumah Tangga” pada Sabtu, 1 Agustus 2026. Kegiatan dilaksanakan di Rumah Pak RT yang terletak di Dukuh Manisrejo, RT 20, Desa Sambiduwur, Kecamatan Tanon, Kabupaten Sragen. Kegiatan ini diikuti oleh 30 peserta yang terdiri dari bapak-bapak warga Dukuh Manisrejo.
Kegiatan ini menjadi salah satu upaya mahasiswa dalam rangka meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat dalam mengelola limbah organik rumah tangga agar memiliki nilai guna atau manfaat. Limbah organik rumah tangga seperti kulit buah dan sisa potongan sayur banyak dihasilkan oleh kegiatan rumah tangga, yang mana limbah tersebut hanya dibuang dan memberikan dampak buruk bagi lingkungan serta dapat mencemari lingkungan. Hal tersebut yang mendasari mahasiswa KKN UNS untuk menyelenggarakan kegiatan sosialisasi dan praktik bersama pembuatan Eco Enzyme.
Kegiatan ini diselenggarakan oleh mahasiswa KKN Literasi UNS 89 yang beranggotakan Andika Wahyu Setiyoso, Nasila Zahratun Nisa, Hellna Alodia Ivana, Tri Marsudi Gusti Kinarsih, Yulfa Ayu Mafdalena, Sabrina Aurellia Widani, Adha Nursanti, Muhammad Reno Fernanda Putra, dan Naufal Alif Adani, dengan dosen pembimbing lapangan yaitu Dr. Silky Roudhotus Sa’adah., M.Pd.
Kegiatan ini dilaksanakan melalui sosialisasi terlebih dahulu dan dilanjutkan praktik bersama pembuatan Eco Enzyme. Penanggung jawab dari program kerja ini yaitu Naufal menjelaskan terkait pengertian, manfaat, bahan dan alat yang digunakan, serta tahapan pembuatannya.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap seluruh masyarakat dapat menerapkan pengelolaan limbah organik secara sederhana dari rumah,” ujar Naufal.
Eco Enzyme merupakan cairan hasil fermentasi bahan organik berupa kulit buah dan sisa potongan sayuran dengan bantuan gula dan air dalam jangka waktu 3 bulan. Eco Enzyme berupa cairan serba guna dan kegunaannya untuk keperluan rumah tangga, kebersihan lingkungan, dan mendukung pertanian berkelanjutan. Manfaatnya yaitu sebagai campuran pel, sabun cuci piring, hingga dapat membantu menjernihkan air dan dapat mengurangi pencemaran bahan kimia. Eco Enzyme untuk pertanian dapat meningkatkan efisiensi penyerapan nutrisi oleh tanaman, mengurangi potensi pencemaran lingkungan, meningkatkan kualitas tanah, dan mengurangi ketergantungan pada bahan kimia sintetis secara berkelanjutan.
Pembuatan Eco Enzyme dilakukan dengan memanfaatkan bahan-bahan yang mudah ditemukan di lingkungan rumah tangga. Bahan-bahannya terdiri dari gula merah atau molase (tetes tebu), limbah organik, dan air dengan perbandingan 1:3:10. Tahapan pembuatannya yaitu melarutkan molase ke dalam wadah atau botol yang berisi air, kemudian dimasukkan limbah organik dan aduk sampai merata. Setelah itu, ditutup rapat wadahnya, dan dilakukan fermentasi selama 3 bulan. Wadah atau botol dibuka setiap hari untuk mengeluarkan gas hasil fermentasi agar wadah tidak menggelembung hingga meledak.
Antusiasme masyarakat menjadi salah satu faktor pendukung utama dalam pelaksanaan program ini. Peserta aktif mengikuti penyampaian materi dan praktik pembuatan Eco Enzyme yang diberikan oleh mahasiswa KKN UNS. Keterlibatan masyarakat tersebut menunjukkan adanya ketertarikan untuk memperoleh pengetahuan baru mengenai pengelolaan limbah rumah tangga.
Program ini sekaligus menjadi bentuk kontribusi mahasiswa KKN UNS dalam mendukung terciptanya masyarakat yang lebih peduli terhadap lingkungan melalui penerapan pengelolaan limbah dan pemanfaatan sumber daya yang tersedia di sekitar.
