Konten dari Pengguna

Belajar Dari George Town Penang dalam Mengelola Kota Tua (Seri 6: City Tourism)

Aang Afandi

Aang Afandi

Belajar tentang Pariwisata, Ekonomi Kreatif dan Kebijakan Publik

·waktu baca 5 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Aang Afandi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Salah satu bangunan yang cukup banyak di George Town adalah bangunan semacam ruko terdiri dari 8 - 16 unit setiap bangunannya, berlantai 2 sampai dengan tiga. Dengan corak yang relatif sama.
zoom-in-whitePerbesar
Salah satu bangunan yang cukup banyak di George Town adalah bangunan semacam ruko terdiri dari 8 - 16 unit setiap bangunannya, berlantai 2 sampai dengan tiga. Dengan corak yang relatif sama.

George Town Penang, Kota Tua di Pulau Penang (Pinang, menyebutnya) Malaysia. George Town ini merupakan ibukota negara bagian dari Penang ini, merupakan sebuah pulau yang sebenarnya pada masa lalu diproyeksikan akan menjadi sebuah pulau yang ramai seperti halnya Singapura, namun sejarah dan kenyataan merubahnya. Pulau ini merupakan persinggahan penting bagi para pedagang Cina dan India. Sementara itu pulau penang sendiri memiliki luasan sekitar 293 km2, lebih kecil ketimbang pulau Nusa Penida sekitar 209 km2. Konon pulau penang ini merupakan negeri terkaya dan termaju di Malaysia. Pulau ini dibuka pada tahun 1786 oleh Francis Light yang menggarkan bahwa pulau ini memiliki sejarah panjang atas perkembangan wilayah ini.

Ada hal yang menarik dari George Town ini, yakni bannyaknya bangunan tua dalam wujud Cagar budaya masih terjaga dengan baik sampai saat ini, tentunya ini adalah peran dari semua pihak, dimana salah satunya adalah keberadaan George Town World Heritage Incorporated, sebuah lembaga / komite yang mengelola kawasan Cagar budaya ini yang berdiri pada April 2010, dan mengelola George Town sebagai sebuah warisan Dunia versi Unesco.

Ada saja space yang asyik untuk diabadikan dan dinikmati. Ya itulah George Town dengan segala pernak perniknya.

Terdapat lebih dari 5.000 bangunan heritage yang dikelola. Komite ini melakukan aktivitas promosi warisan kebudayaan ini pada lembaga - lembaga pendidikan, pengurusan risiko bencana dan pemeliharaan kawasan pemukiman. selain itu, workshop, pameran dan berbagai event budaya pula dilakukan. Berbagai konsultasi gratis bagi pemilik bangunan heritage, para arsitek dan kontraktor juga diberikan untuk dukungan perbaikan dan pemeliharaan bangunan heritage ini. Selain itu inventarisasi, dokumentasi dan proyek - proyek tertentu dilakukan.

Bangunan Cagar budaya ini berada di zona inti seluas 109 ha dan zona penyangga seluas 150 Ha, dengan 5,013 buah bnagunan, termasuk 37 tempat ibadah berupa masjid, tempat ibadah Cina, Kuil Hindu dan Gereja. Terdapat jalan - jalan ikonik seperti Jalan Masjid Kapitan Keling, Lebuh Cannon, Little India, Jeti Klan, Pasar Chowrasta dan Pasar Lebuh Campbell.

Jika terdapat sebuah renovasi yang dilakukan maka kemungkinan terdapat 9 pihak yang terlibat dalam proses tersebut. Pertama, pemilik tanah dan bangunan, misalnya adalah Majelis Bandaraya Pulau Pinang (semacam Pemda), Penasehat proyek yakni thinkcity, yang memiliki spesialisasi berkaitan dengan cagar budaya dan tentunya pelibatan dari George Town World Incorporated ini. Selain itu terdapat Arsitek, jurutera awam dan struktur, jurutera mekanikal dan elektrikal, juru ukur bahan, fasilitator Green Building Index dan kontraktor. keberadaan konsorsium ini tentunya mendorong memastikan bahwa bangunan yang direnovasi memiliki standar - standar tertentu yang mesti dipenuhi.

Apa saja yang menarik? Pertama adalah bangunan tempat ibadah yang masih terjaga dengan baik. Salah satunya adalah Masjid Melayu Lebuh Acheh, sebuah masjid yang dibangun tahun 1808 oleh Tunku Sayyid seorang pedagang rempah berketurunan Arab yang juga kerabat diraja Aceh. Seni arsitektur masjid ini mengadaptasi seni Moorish, Cina dan klasik dengan menara berbentuk oktagon yang masih terjaga sampai saat ini.

Pertokoan sepanjang George Town, yang masih banyak terjaga dengan baik. Saat ini sebagian digunakan untuk hotel pada lantai duanya sementara pada lantai 1 tetap sebagai pusat perniagaan. Yang unik eksterior bangunan ini tetap terjaga sebagai bangunan cagar budaya, sementara interiornya dibuat lebih modern dengan tetap menjaga aspek klasiknya melalui pilihan warna. seperti ubin ukuran kecil 20 x 20 cm, dengan motif batik, tembok khas putih serta kaca jendela unik bermotif dengan warna hijau dan coklat, dan lekukan setengah lingkaran pada temboknya.

Gambar - gambar yang dibuat oleh para craftmanship yang rapi, detil dan menarik, berupa gambar, tulisan merupakan representasi dari karikatur dan sejenisnya. biasanya hanya satu warna, hitam, dengan latar belakang tembok putih. sebuah seni street art kota yang menarik. pada setiap ujungnya terdapat label yang menjelaskan seni street art ini. selain itu, mural - mural unik terjejer rapi di beberapa jalan di George Town ini. Seperti mural dua orang anak yang tengah naik sepeda, sementara sepedanya adalah wujud sepeda yang sebenarnya, karya dua dimensi terkombinasi jadi tiga dimensi. Menjadi unik lagi ketika kita mencoba seakan - akan ikut memboncengnya dan di foto, menjadi sebuah dokumentasi istimewa yang unik dan menarik. Bahkan mural Doraemon-pun tak ketinggalan di kota ini.

salah satu mural yang dikombinasi dengan Sepeda dalam wujud sebenarnya.

Kita bisa menikmati fasilitas kota, berupa sepeda kayuh yang tersedia pada jalan - jalan tertentu dengan cara menyewanya dan mengembalikan lagi pada jalan - jalan yang lain yang tersedia dengan sistem digital. dengan bersepeda kita bisa ke gang - gang kecil, dimana sebagian mural dan hasil craftmanship ini ada di gang - gang ini. Selain itu, kita bisa beristirahat sejenak, menikmati minuman dan camilan lokal yang tersedia dengan ragam dan rasa yang khas. Ada teh tarik dengan es-nya yang ditaruh di plastik dengan pegangan tali yang unik. ada juga aneka buah yang tersimpan diantara es batu, yang rasanya yummy bener, manis, dingin dan segar. Pisang, Jambu, Semangka, Nenas atau lainnya. Buah - buah berkualitas tinggi, bersaing dengan Indonesia dan Thailand.

sepeda yang disiapkan pemerintah lokal, siap menemani.

Adapula buah Perangan China, Kacang Rebus ataupun Kacang Kuda. Yang menarik dari penyajian para pedagang ini yakni keberadaan gerobak - gerobak yang berbasis logam, stainlessteell ataupun almunium yang mudah perawatannya, bersih dan higienis. Sebuah standarisasi kota bagi para UMKM-nya. sebuah pembelajaran yang layak ditiru.

Ubin klasik yang unik, mempercantik eksterior cagar budaya yang ada.

Penang adalah salah satu kota yang mengembangkan Healthy Tourism, Wisata kesehatan dan kebugaran. layanan kesehatan yang disediakan RS - RS profesional tersedia dengan baik dan beragam pilihannya. adapula Pengobatan alternatif ataupun pengobatan jenis Shin she. Outlet - outlet kebugaran juga tersedia, seperti massage dan spa dengan berbagai pilihan dan layanan.

Bila kita ingin suasana yang berbeda kita bisa menyeberang ke Butterworth, yang berada di pulau besar Malaysia dimana kita bisa bermain dan berbelanja di Premium Outlet yang merupakan pusat perniagaan yang unik dan menarik, yang berbeda konsep dengan mall mall pada umumnya.