Konten dari Pengguna

Cultural Immersion di Malang

Aang Afandi

Aang Afandi

Belajar tentang Pariwisata, Ekonomi Kreatif dan Kebijakan Publik

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Aang Afandi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sketsa Onde Onde sebuah karya Aditya yang dicetak dalam format Pouch. sebuah karya unik. Onde - Onde tersebut merupakan produk salah satu UMKM yang ada di Pasar Oro Oro Dowo Kota Malang, sebuah pasar tradisional, yang unik, apik dengan kualitas tinggi, layak untuk dikunjungi. (Photo by A. Afandi)
zoom-in-whitePerbesar
Sketsa Onde Onde sebuah karya Aditya yang dicetak dalam format Pouch. sebuah karya unik. Onde - Onde tersebut merupakan produk salah satu UMKM yang ada di Pasar Oro Oro Dowo Kota Malang, sebuah pasar tradisional, yang unik, apik dengan kualitas tinggi, layak untuk dikunjungi. (Photo by A. Afandi)

Keterlibatan aktif dan mendalam dari wisatawan pada budaya lain untuk lebih bisa memahami dan ikut terlibat secara aktif, bukan sekedar menonton atau mengamati. Hal ini tentunya perlu pelibatan dengan penduduk setempat, interaksi bahkan melakukan aktivitas bersama sama. Bisa pula bersama – sama sanggar dan kelompok kesenian yang ada di Malang. Bukan untuk pencapaian pemahaman ketrampilan yang tinggi, tetapi lebih pada proses merasakan dan mendengarkan story telling-nya dengan baik, sehingga pengalaman-lah yang menjadi titik capainya.

Apa saja yang memungkinkan untuk dikembangkan? Seni pertunjukan, salah satunya adalah Tari Topeng. Pengunjung bisa mempelajari sejarah, jenis seperti Bapang, Panji dan Klana. Termasuk terlibat dalam kelas tari, mempelajari Gerakan dasar dari Tari Topeng ini. Dapat pula belajar membuat topeng dari bahan kayu ataupun bahan – bahan lain yang lebih mudah untuk dipelajari. Seni kriya, belajar di kampung keramik. Belajar membuat produk gerabah ataupun keramik di Kampung Keramik Dinoyo sampai dengan mewarnai dan membakarnya. Sehingga produk karya pengunjung dapat dibawa pulang. Kuliner dan Mini Gastronomi, terlibat Bersama membuat makanan khas Malang atau Jawa Timur. Seperti halnya membuat Onde Onde. Berawal ikut serta panen beras ketan, menumbuk dan menjadikannya sebagai tepung. Berlanjut proses pembuatan Onde Onde sampai dengan menikmati Onde Onde ini Bersama Kopi Dampit yang unik dan khas. Tentunya bukan hanya sekedar tiga pilihan diatas, banyak hal tentunya yang lebih bisa di eksplore.

Membangun story telling yang kuat atas kekayaan seni, budaya, produk kuliner bahkan kriya menjadi awal dari produk wisata yang ditawarkan. Bukan sekedar membangun rangkain ceritanya, tetapi menemukan kembali warisan budaya ini, memanfaatkan kembali nilai – nilai ke lokal-an di tengah – tengah kemajuan dan perubahan zaman. Cultural Immersion menjadi idealism pengembangan pariwisata sekaligus merawat nilai – nilai masa lalu yang unik, bernilai dan memberikan pengalaman bermakna. Memberikan pesan dan kesan yang kuat bagi setiap penikmatnya, yakni para wisatawan.