Konten dari Pengguna

Jalan-jalan di Solo: Belanja, Kuliner, dan Eksplorasi Sejarah

Aang Afandi

Aang Afandi

Belajar tentang Pariwisata, Ekonomi Kreatif dan Kebijakan Publik

·waktu baca 4 menit

clock
comment
4
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Aang Afandi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Menyambangi Solo, seakan tak ada habisnya. Kota budaya sekaligus bisnis, tetap saja menggeliat dengan ragam aktivitasnya. Pandemi tak menyurutkan masyarakatnya untuk terus bergerak, walaupun protokol kesehatan mesti jadi perhatian. Upaya vaksinasi juga terus dikebut oleh pemerintah agar Solo terbebas dari pandemi. Bila datang berkunjung ke Solo tak ada salahnya untuk mengunjungi tempat tempat berikut.

New Es Krim Tentrem

Berada di jalan utama Slamet Riyadi, salah satu jalan ikonik di Solo. Sajian utama yang ditawarkan adalah es krim, tentunya dengan berbagi pilihan dan bentuk sajian. Menu yang ditawarkan adalah es krim, bukan gelato, tentu berbeda rasa dan teksturnya. Pilihan es krimnya beragam, dengan ragam jumlah scope yang diinginkan. Bagi pecinta es krim tradisional pasti akan langsung kena di lidah, karena tentunya cita rasa aromanya jauh lebih yummy dan kena di lidah.

Rasa rekomendasinya di antaranya mangga, coklat, dan vanila. Adapula es cendol duda keren yang menggoda lidah, ataupun Belgian waffle yang suka makan es krim dengan kombinasi waffle. Jika ingin menikmati panganan lainnya, cobalah sosis panggang, kroket, dan lumpia. Bahkan tersedia makanan utama seperti nasi liwet komplit dan gudeg. Namun rekomendasi utamanya di tempat ini ya es krim tentunya.

Salah satu menu yang disajikan oleh New Es Krim Tentrem. (photo by Aang Afandi)
  • Harga: Rp 6.000-Rp 30.000.

  • Rekomendasi: es krim dengan berbagai variannya.

Selat Vien’s Solo

Salah satu makanan utama (main course) lokal Solo, yang mengadaptasi masakan barat. Aneka sayur, kentang, dan daging cacah ini diberi kuah kental berwarna coklat rasa manis gurih. Ada beberapa cabang rumah makan Selat Vien’s ini dan toko utamanya di Jl. Hasanudin, tak jauh dari Stasiun Solo Balapan.

Kalau punya waktu transit di Stasiun Solo Balapan, taka da salahnya mampir ke Selat Vien’s ini menggunakan becak sembari menikmati suasana kota Solo. Barangkali hanya perlu delapan menit untuk sampai ke tempat ini. Pada jam tertentu pengunjungnya relatif banyak, apalagi dikombinasi dengan pesanan online menambah suasana yang semakin semarak.

Namun jangan khawatir, para pelayannya melayani dengan cepat dan trengginas. Ini menjadi atraksi menarik juga bagi pengunjung. Sajian utamanya pastilah Selat Vien’s dan sup matahari, namun bila ingin menu lainnya ada timlo, nasi soto, dan gado-gado.

Untuk minumannya yang cocok adalah teh hangat atau es teh jika makan di siang hari. Adapula es dawet dan beras kencur yang bisa dijadikan pilihan. Rumah makan ini merupakan salah satu rumah makan populer di Solo.

Kemasan Selat Vien's bila kita membelianya untuk take away atau via online (photo by Aang Afandi)

Harga: Rp 4.000-Rp 15.000.

Rekomendasi: Selat Vien’s dan Sup Matahari.

Gethuk Semar

Toko ini spesialis gethuk, pusatnya di Tawangmangu karanganyar. Namun punya outlet di Jl Slamet Riyadi, selatan jalan. Tokonya tak terlalu besar, namun mudah dicarinya. Produk utamanya yang ditawarkan adalah gethuk singkong, putih, dan lembut. Rasanya manis gurih, cara makannya tak perlu menggunakan parutan kelapa, karena sudah terasa gurihnya.

Setiap porsinya ditaruh dalam boks kertas warna merah, rapi, dan eye-catching, walaupun bila disimpan tanpa masuk kulkas waktu simpannya tak terlalu lama. Jika ingin lebih awet maka bisa memilih gethuk frozen, gethuk goreng ataupun timus. Bagi pecinta panganan jawa maka sajian gethuk semar ini seakan menjadi pelepas rindu, apalagi disajikan dengan kopi atau teh hangat.

Harga: Rp 15.000.

Rekomendasi: Gethuk dan timus.

Belanja Batik Gunawan Setiawan Kauman

Masih berada di jalan Slamet Riyadi Sisi timur, sebelum gladak. Masuk ke Kawasan kauman, mobil bisa diparkir di tepian Slamet Riyadi ataupun dibawa ke dalam gang. Kenapa diparkir di Slamet Riyadi?

Karena ketika kita jalan kaki, kita bisa saja menemukan heritage masa lalu yang menarik untuk disimak, sembari mengamati atau berfoto di spot tertentu. Ada beberapa toko batik, selain batik Gunawa Setiawan, semuanya disajikan di toko-toko bangunan heritage yang unik dan klasik. Toko Gunawan Setiawan relatif luas, tokonya cukup luas di area dalamnya.

Berbagai pilihan produk tersedia dari batik tulis, cap, kombinasi atau printing. Bagi pecinta batik pasti yang ingin dibeli adalah batik cap atau tulis tentunya. Dari sisi motif juga menawarkan berbagai jenis, mulai dari pola pola konservatif sampai pola modern yang dikombinasi sedemikian rupa dengan warna-warna cerah atau warna-warna klasik khas batik masa lalu.

Salah satu sudut Batik Gunawan Setiawan, yang menarik, dipadu dengan bangunan klasik menyediakan beragam pilihan kain batik cap, tulis ataupun kombinasi. (photo by Aang Afandi)

Harga: beragam

Rekomendasi: kain batik cap atau tulis.

De Tjolomadu: Museum Pabrik Gula

Berada di Colomadu, tidak jauh dengan pintu Tol Ngemplak Solo. Bangunan pabrik gula yang direnovasi oleh beberapa BUMN dan akhirnya menjadi destinasi wisata favorit di Surakarta. Tempatnya yang luas menjadikan tempat ini berpeluang untuk jadi destinasi physical distancing yang aman. Setelah masuk area parkir, maka kita mesti menuju ke loket yang berada di bangunan depan, papan petunjuk sangat memudahkan kita. Bangunan loket tidaklah terlalu besar, namun kita bisa mampir sebentar untuk memilih beberapa suvenir yang bisa jadi oleh-oleh, mulai dari t-shirt, gantungan kunci atau jenis suvenir lainnya.

Barulah kita menuju bangunan utama pabrik gula ini. Bangunannya jelas sudah bersih, rapi dan didesain sedemikian rupa. Jelaga, kekumuhan dan seterusnya tentunya tak dapat ditemukan lagi. Namun warna-warna klasik tetap dijaga keasliannya. Bahkan ada beberapa bagian tembok masih dibiarkan begitu saja tampak kelihatan batu batanya. Beberapa mesin dibiarkan pada posisinya masing-masing, namun sudah dicat ulang, walaupun tidak semua mesin dipasang.

Di area pabrik ini dibagi menjadi beberapa fungsi, mulai dari edukasi proses pabrik, spot foto, bahkan ada beberapa area yang jadi cafe unik. Ngopi di dalam pabrik. Ada beberapa tenant yang menawarkan oleh- oleh dan suvenir.

The Tjolomadu ini sebenarnya juga memiliki hall yang bisa digunakan untuk event seni dan budaya, namun karena kondisi pandemi, hall ini masih belum difungsikan. Jika merindukan bangunan heritage, destinasi ini bisa jadi pilihan. Waktu berkunjung yang menarik sebenarnya di saat sore sampai malam hari.

Salah satu spot photo yang isntagramable di De Tjolomadu, menarik juga buat spot photo prewed. (Sumber: IG @afandi_insta)

Harga tiket: Rp 25.000.

Durasi berkunjung: 1-2 jam.

Bermalam di Aston Solo

Bermalam di Jalan Slamet Riyadi, salah satu pilihannya adalah Aston Solo. Hotel bintang empat, yang menyajikan hal lebih dari sekadar tidur yang nyaman. Hotel ini berada di sisi barat jalan Slamet Riyadi, di depannya adalah jalan layang Slamet Riyadi yang baru saja selesai dibangun dan jadi lanskap menarik untuk spot foto di malam hari.

Di sebelah timur terdapat museum batik yang dikelola oleh salah satu produsen batik ternama di Solo, yang dulunya dikenal sebagai omah Lowo. Hotel ini secara ketat menjalankan prokes, untuk memastikan bahwa setiap pengunjung merasa aman, nyaman, dan sehat tentunya.

Jika kita datang bersama keluarga, maka pilihan kamar family adalah pilihan yang tepat. Kamarnya luas, nyaman, dan memiliki lanskap pemandangan kota. Di saat sore kita bisa memanfaatkan kolam renang ataupun fasilitas olah raga lainnya. Kita juga bisa rental sepeda untuk sekadar keliling kota, bila kita tinggal di akhir pekan maka sepanjang Jalan Slamet Riyadi ini juga banyak warga kotanya yang berolahraga di pagi hari.

Sarapan yang disajikan Aston pun beragam mulai dari makanan western sampai sajian tradisional, seperti ubi rebus, kacang hingga bubur sumsum. Suasana Solo masih saja terasa di hotel ini.

Suasana pagi hari di akhir pekan, di depan Hotel Aston, ramai dengan warga kota yang tengah berolahraga (photo by: Aang Afandi)

Rate kamar family: Rp 550.000-Rp 750,000.

Rekomendasi pilihan kamar: lanskap kota/hadap utara.