Wisata Non Mainstream: City Tourism

Belajar tentang Pariwisata, Ekonomi Kreatif dan Kebijakan Publik
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Aang Afandi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bosan dengan berwisata yang monoton itu – itu saja. Barangkali memilih aktivitas berbeda pada umumnya menjadi alternatif menarik, agar pesan dan kesan ber-wisata tetap didapat, seperti pengalaman baru, pengetahuan baru atau hal – hal lainnya yang membuat “tergoda” bahkan terkesima. Lantas apa saja?
1. Mengikuti Simposium/Kegiatan Ilmiah
Bagi profesi tertentu yang berkewajiban untuk meng-update keilmuannya, aktivitas ini semestinya dilakukan secara periodik. Namun disisi lain aktivitas ini, termasuk didalamnya workshop, pelatihan dan sejenisnya dapat dipilih sesuai minat – minat tertentu. Seperti pemahaman tentang sejarah, budaya, budaya lokal atau lainnya. Teknik proses pembuatan kopi, membuat kue dan roti jenis tertentu bahkan Teknik pembuatan parfum bisa menjadi pengalaman baru yang menarik. Hal – hal yang sederhana yang dipelajari menjadi sesuatu yang amaze dilakukan.
2. Kursus singkat
Dengan durasi terbatas, 2 jam,3 jam, Half day atau sehari penuh mempelajari hal tertentu menjadi alternatif. Bisa teori saja, praktik, atau mengombinasikan keduanya. Belajar membatik, belajar menggambar, Teknik membuat gantungan kunci atau belajar Teknik Gerakan tari tertentu sebagai sebuah pengenalan. Substansinya bukan sekedar meningkatkan atau mengenalkan bidang – bidang tertentu tersebut, melainkan hal – hal lainnya yang mendorong dan menambah sesuatu yang berbeda, yang baru dan sesuatu yang lain. Seperti suasana yang nyaman, alami, tradisional atau bahkan futuristik. Hal baru diluar kebiasaan itulah yang menjadikan sesuatu yang ditawarkan menjadi menarik.
3. Gastronomi
Aktivitas ini bukan sekedar menemukan ide tentang makan apa, melainkan lebih jauh dari itu. Belajar tentang sejarah, asal muasal, proses hingga cara menikmatinya. Aktivitas ini kita dapat mempelajari lebih dalam tentang filosofi dari makanan ini. Sebagai contoh makanan khas Jawa “Iwel Iwel” yang bermakna falsafah rasa syukur, atas kelahiran seorang putra atau putri dan wujud harapan agar putra putrinya kelak akan berbakti.
Sekedar Jalan
Keluar hotel, jalan di sekeliling lingkungan, sekedar jalan, cari angin segar jelang terbit mentari usai Subuh. Memahami kebiasaan lingkungan, menemui pasar Templek dengan segala hiruk pikuknya, ikut berbelanja. Gorengan, buah lokal ataupun camilan unik yang terkadang wisatawan belum pernah menemuinya.
Menciptakan rangkaian atau itinerary wisata ini tak sekedar merangkai begitu saja, namun mencoba men-sinkronkan antara durasi waktu yang dimiliki, budget yang disiapkan dan pesan yang ingin didapatkan. Kesan kuat, hal baru, memberikan rasa senang, kenyamanan atau kesan mendalam menjadi hal yang menarik di pahami sebagai kata kunci. Dan yang terakhir ini memberikan nilai yang bermakna, yakni tentang rasa, sesuatu yang ada dalam diri. Menemukan hal baru, melompat dari rutinitas sehari hari. Bagi wisatawan yang telah bosan dengan wisata mainstream, sesuatu yang baru, sesuatu yang berbeda barangkali akan menjadi alternatifnya.
