Yogyakarta Lantai Dua: Korelasi dengan Pariwisata

Belajar tentang Pariwisata, Ekonomi Kreatif dan Kebijakan Publik
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Aang Afandi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Vanny Soegi bersama Heruwa merilis lagu tentang Yogyakarta Lantai 2. Menarik untuk disimak, utamanya berkaitan dengan pariwisata. Walaupun si penulis lagu ini belum tentu berfikir semata mata untuk mem-branding pariwisata Yogyakarta lantai 2.
Sebenarnya bagian mana Yogyakarta Lantai 2? Ya, Gunungkidul dengan Wonosari ibukotanya. Bagian dari Daerah Istimewa Yogyakarta, berada disisi selatan Yogyakarta. memiliki kawasan pegunungan Karst, Deretan gunung kapur bahkan sebagian merupakan gunung purba yang eksotis. Gunung, hutan, lereng, lembah dan sisi selatan adalah kawasan pantai selatan yang cantik dengan pesonanya masing - masing. Terdapat Pantai Indrayanti, Drini, Kukup dan Ngandong. Bahkan beberapa pantai lainnya dengan potensinya masing - masing.
Menyusuri Yogyakarta lantai dua
Motor tua mengantar kita ke sana
Pohon-pohon sampaikan salam pada gunung dan laguna
Kita di goda angin kita dirayu ombak
Digoda angin kita di Jogja lantai dua
Lirik diatas tepatlah sudah menggambarkan tentang Yogyakarta lantai dua alias Gunungkidul. Lagu dengan ritme yang rancak namun tidak terlalu cepat menjadikan lagu ini sangat menarik dinikmati. Jika kita meresapi nada - nada awalnya, ternyata bahu kita tak terasa bergerak mengikuti iramanya. Lirik Vanny Soegi dan Heruwa menjadi nge-blended banget. Asyik dinikmati.
Bahkan ada komentar dari @kelikprawoto6338 "ini kemarin sy putar dg musik box di pantai gunungkidul sambil menikmati sunset yg indah. Hanya diam dan kopi angin semilir dengan hangatnya matahari kuning. Damai sekali rasanya di Gunungkidul ❤❤" Barangkali ini bisa mewakili beberapa komentar lainnya.
Sampai per 2 Februari 2026 (04.39) lagu ini memiliki views 68k, belum terlalu banyak memang, namun bukan angka yang rendah, justru lagu ini punya views yang memungkinkan bergerak progresif di tengah tahun dan akhir tahun 2026. Coba kita perhatikan bersama.
Kita bisa belajar dari I Love Paris-nya Cole Porter, atau New York, New York-nya Frank Sinatra dan adapula Barcelona-nya freddy Mercury. Di Indonesia-pun ada Kuta Bali Andre Hehanusa dan Yogyakarta-nya Kla Project. Semua bisa mem-branding kota / wilayah tersebut. Dengan lirik dan ceritanya masing masing.
Lagu dengan musiknya mampu mendorong dan membangun kerinduan pada sebuah kota. "Yogyakarta Lantai Dua maksudnya apa sih?" minimal mungkin kalimat ini yang muncul, orang cari tahu, orang mengeksplore semua hal tentang Yogyakarta Lantai Dua. Bahkan mungkin tertarik untuk jalan bareng - bareng di hari hari libur kedepan.
Lagu inipula bisa menjadi identitas destinasi, walaupun tidak sesederhana ini. apalagi bila menemukan kata kunci pentingnya, dalam hal ini Yogyakarta Lantai Dua. Bahkan laman Mojok.co.id memiliki ide menarik juga, istilah ini menjadi City Branding-nya kota / kabupaten ini.
Lagu tertentu dalam konteks pariwisata akan mampu menggambarkan suasana alamnya, menghidupkan cerita perjalanan dan membuat orang ingin datang dan merasakan langsung. Bahkan ingin perjalanan-nya seperti apa yang tertulis di liriknya, dengan motor tua, berdua, merasakan angin, suasana desa dan deretan cerita lokalnya. Walau dibelakangnya tetap di temani mobil - mobil yang siap menemani di saat lelah.
Kota dapat impact dari sebuah lagu, sebuah film dengan cerita yang kuat atau hal - hal lainnya. Namun yang perlu di pahami juga bahwa kota ini memang punya cerita yang mendalam, punya nilai - nilai lokal, punya keunikan dengan segala ragamnya. Sesuatu yang berjalan secara alamiah menjadi kekuatan yang luar biasa, ketimbang sesuatu yang dipaksakan.
Mari kita perhatikan di hari hari berikutnya, apakah lagu ini memberikan nilai lebih terhadap sebuah kota, terhadap Yogyakarta Lantai Dua. Sebuah kota yang penuh dinamika pada masa lalu dan berangsur - angsur bergerak, berubah, namun tetap menjaga nilai - nilai lokalnya, di padu alam yang eksotik.
