Konten dari Pengguna

Dospulkam IPB dan HIMAKUA Sosialisasi Budidaya Ikan Nila & Azolla di Situgede

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Abdi Hidayatulloh tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sesi penyampaian materi oleh Wildan Nurussalam, S.Pi., M.Si.
zoom-in-whitePerbesar
Sesi penyampaian materi oleh Wildan Nurussalam, S.Pi., M.Si.

BOGOR — Upaya meningkatkan keterampilan masyarakat mengenai budidaya ikan terus digencarkan melalui sinergi akademisi dan mahasiswa dalam kolaborasi program Dosen Pulang Kampung dengan Aquaculture Bina Desa yang diselenggarakan oleh Divisi Sosial dan Lingkungan Himpunan Mahasiswa Akuakultur (HIMAKUA) IPB University. Kegiatan kolaborasi ini dilaksanakan di Aula Masjid RW 09, Kelurahan Situgede, Kabupaten Bogor, pada hari Selasa, 25 Agustus 2026.

Kegiatan kolaborasi yang berjudul “Optimalisasi Teknik Pemeliharaan Ikan Nila Berbasis Inovasi dan Praktik Lapangan untuk Peningkatan Kualitas dan Produktivitas Pembudidaya Lokal Bogor” dihadiri oleh 30 peserta mulai dari Sekretaris Kelurahan Situgede, Ketua RW 09, jajaran Ketua RT, Ketua Karang Taruna, hingga kelompok warga lokal.

Fokus utama kegiatan ini adalah edukasi mengenai teknik budidaya ikan guna meningkatkan produktivitas pembudidaya lokal dan pengenalan inovasi pakan alternatif dari Azolla guna menekan ongkos produksi pembudidaya dari segi biaya pakan.

Dalam pemaparannya, dosen Departemen Budidaya Perairan IPB University, Wildan Nurussalam, S.Pi., M.Si. menekankan pentingnya kedisiplinan dalam mengelola parameter lingkungan kolam. Menurutnya, kegagalan pembudidaya skala rumah tangga sering kali dipicu oleh kelalaian manajemen kualitas air dan pencegahan penyakit sejak dini.

"Manajemen pembesaran yang tepat harus diimbangi dengan kontrol pemberian pakan dan penanganan air yang terukur. Tanpa tata kelola yang presisi, efisiensi pertumbuhan ikan nila tidak akan tercapai secara optimal," ujar Wildan di hadapan peserta.

Penyampaian materi budidaya azolla oleh Talita Shofa Adestia S.Farm., M.Imun.

Menanggapi kendala harga pakan komersial yang kian melambung, dosen Departemen Budidaya Perairan IPB, Talita Shofa Adestia S.Farm., M.Imun. memaparkan terobosan pemanfaatan Azolla sp. tang merupakan tanaman paku air kaya protein ini dinilai mampu menjadi pakan alternatif yang ideal untuk menghemat pengeluaran pakan.

"Kandungan nutrisi Azolla sangat mendukung laju pertumbuhan ikan nila. Azolla yang dibudidayakan secara mandiri di pekarangan rumah menjadi langkah konkret untuk menekan biaya operasional dari kebutuhan pakan buatan," jelas Talita.

Sesi foto bersama antara Tim Dosen Pulang Kampung IPB, HIMAKUA, dengan warga 09 Keluahan Situgede, Kabupaten Bogor.

Antusiasme peserta terlihat saat sesi diskusi interaktif, di mana warga berkonsultasi langsung mengenai tata cara budidaya Azolla dan teknis pengelolaan kualitas air di kolam ikan. Kehadiran lintas tokoh, mulai dari aparatur kelurahan hingga pemuda Karang Taruna mempertegas komitmen bersama dalam membangun kemandirian pangan berbasis perikanan.

Inisiatif kolaboratif antara gagasan akademisi IPB dan aksi lapangan HIMAKUA ini diharapkan dapat menjadi pijakan berkelanjutan untuk mencetak kelompok pembudidaya ikan nila di Situgede yang mandiri, adaptif, dan berdaya saing tinggi.