Konten dari Pengguna

2023 Pakai Mobil Listrik, Simak Dampak Negatif dan Positifnya

Abdul Fatah Kamil

Abdul Fatah Kamil

Saya adalah mahasiswa aktif universitas Islam negeri Syarif Hidayatullah Jakarta Jurusan Komunikasi Penyiaran Islam

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Abdul Fatah Kamil tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Mobil Listrik Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Mobil Listrik Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparan

Akhir-akhir ini pemerintah sedang gencar untuk merealisasikan perubahan penggunaan kendaraan berbahan bakar bensin ke kendaraan bertenaga listrik,Banyak negara maju dan berkembang sudah mulai terbiasa dalam hal penggunaan mobil listrik berbasis bateri.Kendaraan listrik adalah kendaraan yang menggunakan motor listrik sebagai penggeraknya sehingga tidak membutuhkan BBM seperti pada kendaraan bermotor konvensional. Sumber energi listrik untuk kendaraan listrik tidak hanya berasal dari BBM saja,tetapi bisa juga berasal dari sumber energi alternatif lainnya seperti tenaga air, angin, atau sumber energi lainnya. Selain hemat energi, kendaraan listrik juga ramah lingkungan karena tidak mengeluarkan emisi atau nol emisi sehingga udara sekitar dapat lebih bersih (Ridwan,2014).

Tetapi tak menutup kemungkinan mobil yang bertenaga listrik juga memiliki dampak negatif bagi lingkungan ke depan.

Dilihat dari dampak positifnya, mobil listrik juga dinilai mampu bisa menghemat energi hingga 80 persen, dibandingkan dengan mobil yang menggunakan bahan bakar bensin. “Berdasarkan penelitian, rata-rata mobil listrik jenis hybrid itu bisa hemat 50 persen, sedangkan yang plug-in hybrid bisa lebih hemat lagi hingga 75-80 persen,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto pada acara “Final Report 1st Round Electrified Vehicle Comprehensive Research & Study” di Kementerian Perindustrian, Jakarta, Selasa (6/11).

Airlangga menjelaskan, riset dan studi pada tahap pertama ini merupakan laporan dari tiga perguruan tinggi, yakni Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Indonesia (UI) dan Universitas Gadjah Mada (UGM). Mereka telah melakukan ujicoba terhadap mobil listrik Toyota jenis hybrid atau plug-in hybrid.

“Tujuan studi dan riset tersebut adalah membahas tentang karakteristik teknis, kemudahan pengguna, dampak lingkungan, sosial dan industri, serta kebijakan dan regulasi yang akan ditetapkan ketika teknologi itu sudah berkembang,” paparnya (Airlangga,2018).

Meski terdengar mudah namun peralihan kendaraan dengan mesin pembakaran internal ke baterai disebut-sebut akan memicu sejumlah dampak negatif.

Di Indonesia dampak negatif tersebut termasuk dampak negatif terhadap lingkungan. Pasalnya, percepatan implementasi kebijakan kendaraan listrik menjadi tantangan baru bagi Indonesia.

Hal ini dikarenakan lebih dari 60% pembangkit listrik yang ada di Indonesia adalah berbasis batubara dengan faktor emisi Jaringan Listrik Nasional di atas 780 gram CO2eq/kWh.

Masalah lainnya yang perlu menjadi perhatian adalah baterai. Mobil listrik mengandalkan pasokan energinya dari energi yang disimpan dalam baterai ukuran besar, yang notabene membutuhkan ongkos lingkungan cukup tinggi dalam proses produksinya. Baterai yang digunakan mobil listrik terbuat dari elemen logam tanah jarang (rare earth elements), seperti antara lain litium, nikel, kobalt atau grafit.

Menurut penelitian-penelitian terbaru yang dilakukan Nugroho di tahun 2021 menunjukkan eksploitasi masif lithium dan nikel dunia dapat meningkatkan rasio paparan material bahan berbahaya dan beracun B3 (Nugroho,2021).

Demikian ulasan tentang mobil bertenaga listrik, tak hanya memberikan keunggulan dalam menghemat energi, tetapi ada sejumlah masalah yang diprediksi akan terjadi ke depannya saat peralihan dari mesin konvensional ke tenaga listrik. Namun, hal ini tidak menjadi penghalang datangnya era kendaraan listrik.

Daftar Pustaka:

Airlangga, Hartanto.(2018) "Hemat Energi Hingga 80 Persen." Report 1st Round Electrified Vechile Comperhensive Research & Study. https://kemenperin.go.id/artikel/19877/Studi-Mobil-Listrik:-Hemat-Energi-Hingga-80-Persen.

Nugroho.(2021) "Penilaian Dampak Daur Hidup." life Cycle Impact Assessment.https://amp-suara-com.cdn.ampproject.org/v/s/amp.suara.com.

Ridwan, A. S. (2014). Peluang dan Tantangan. In Pengembangan Mobil Listrik Nasional. Jakarta: Lipi Press.