Konten dari Pengguna

Harapan Seorang Mahasiswa Semester akhir untuk Keluarga

abdul habib hasibuan

abdul habib hasibuan

Mahasiswa Universitas Pamulang

ยทwaktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari abdul habib hasibuan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi mahasiswa semester akhir  yang sedang menulis harapan untuk keluarga.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi mahasiswa semester akhir yang sedang menulis harapan untuk keluarga.

Sebagai mahasiswa semester akhir , belakangan ini saya sering memikirkan banyak hal. Di masa akhir perkuliahan, seharusnya saya fokus menyelesaikan tugas akhir dan menuntaskan pendidikan yang sudah saya jalani selama bertahun tahun. Namun di balik semua itu, ada satu hal yang terus memenuhi pikiran saya, yaitu kondisi orang tua yang mulai sakit sakitan. Setiap melihat keadaan itu, hati saya terasa berat. Waktu yang dulu terasa panjang sekarang terasa berjalan lebih cepat.

Sebagai mahasiswa semester akhir , saya mulai memahami bahwa kuliah bukan hanya tentang nilai, tugas, atau target akademik. Di balik semua proses itu, ada harapan keluarga yang selalu menyertai. Ada doa yang diam diam dipanjatkan, ada perjuangan yang sering tidak terlihat, dan ada pengorbanan yang mungkin tidak pernah bisa saya balas sepenuhnya.

Saya ingin segera menyelesaikan pendidikan, bukan hanya demi diri sendiri, tetapi juga demi orang tua, terutama ibu. Sejak kecil, beliau sudah berjuang begitu banyak agar saya bisa sampai di titik ini. Saya menyadari bahwa apa yang saya jalani hari ini bukan hasil usaha saya semata. Ada tenaga, waktu, dan kasih sayang orang tua yang terus mengiringi langkah saya.

Kadang saya merasa takut. Takut belum cukup cepat. Takut belum bisa memberi apa apa. Takut waktu berjalan terlalu cepat, sementara saya masih berada di tahap belajar dan berusaha. Perasaan itu sering datang ketika saya melihat ibu mulai mudah lelah, ketika saya melihat tenaga beliau tidak sekuat dulu, dan ketika saya sadar bahwa saya ingin segera hadir sebagai anak yang bisa membantu, bukan hanya bergantung.

Di masa menjadi mahasiswa semester akhir, saya juga belajar bahwa kedewasaan tidak selalu datang dari usia. Kadang kedewasaan hadir saat kita mulai memahami arti tanggung jawab. Saya mulai menyadari bahwa menyelesaikan kuliah bukan hanya pencapaian pribadi, tetapi juga bentuk tanggung jawab kepada keluarga yang telah mendukung saya sampai sejauh ini.

Saya ingin segera lulus. Saya ingin bisa bekerja. Saya ingin membantu kebutuhan keluarga dan meringankan beban yang selama ini dipikul orang tua. Mungkin saya belum bisa memberikan hal besar sekarang, tetapi saya ingin memulai dari langkah kecil: menyelesaikan apa yang sudah saya mulai dengan sungguh-sungguh.

Ada hari-hari ketika tugas terasa berat, pikiran terasa penuh, dan rasa cemas datang tanpa diundang. Namun setiap kali itu terjadi, saya kembali mengingat alasan saya bertahan. Saya mengingat keluarga. Saya mengingat orang tua. Saya mengingat bahwa di rumah ada harapan yang menunggu untuk diwujudkan.

Pendidikan telah mengajarkan banyak hal kepada saya. Bukan hanya ilmu di ruang kelas, tetapi juga pelajaran tentang kesabaran, perjuangan, dan menghargai waktu. Dari perjalanan ini saya belajar bahwa setiap proses memiliki makna. Setiap langkah kecil yang dilakukan dengan konsisten akan membawa kita lebih dekat pada tujuan.

Saya tidak menuntut hidup harus selalu mudah. Saya hanya berharap diberi kesehatan, kekuatan, dan kesempatan untuk menuntaskan apa yang sedang saya perjuangkan. Saya ingin suatu hari nanti bisa melihat ibu tersenyum bangga. Saya ingin melihat bahwa segala lelah, doa, dan pengorbanan selama ini tidak berakhir sia-sia.

Semester akhir bagi saya bukan sekadar angka. Ini adalah titik di mana saya ingin menutup satu perjuangan dengan baik, lalu membuka langkah baru. Langkah untuk berdiri di atas kaki sendiri, bekerja dengan sungguh-sungguh, dan membahagiakan orang tua selagi masih ada waktu.

Karena pada akhirnya, bagi seorang mahasiswa semester akhir, kelulusan bukan hanya tentang mendapatkan gelar. Kelulusan juga tentang membawa harapan keluarga menjadi nyata.