Kumparan Logo

Agrinas Palma Nusantara Bakal Libatkan Koperasi dalam Pengelolaan Lahan Sawit

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi Agrinas Palma Nusantara. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Agrinas Palma Nusantara. Foto: Shutterstock

PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) akan melibatkan koperasi di lahan sawit kelolaan mereka. Untuk itu, mereka juga telah menandatangani nota kesepahaman atau MoU dengan Kementerian Koperasi.

Direktur Utama Agrinas Palma Nusantara, Mohammad Abdul Ghani, menjelaskan lahan sawit yang diberikan dari Satgas PKH dan terverifikasi sebesar 850 ribu hektare dan akan diperluas hingga 1,25 juta hektare.

Nantinya, 20 persen dari total lahan tersebut sesuai mandatori memang harus dikelola oleh petani plasma. Dari petani plasma itu nantinya ia akan terbentuk koperasi.

Selain dari hitungan petani plasma tersebut, Ghani menuturkan dari 850 ribu hektare lahan sawit mereka juga saat ini terdapat 120 ribu hektare di antaranya yang merupakan lahan sawit rakyat.

Untuk itu, ia juga mendorong agar lahan sawit rakyat tersebut dikelola dengan basis koperasi.

“Yang merupakan sawit rakyat nah ini kita selama ini mereka belum memiliki ikatan yang formal, kita akan bentuk koperasi. Jadi untuk plasmanya dibentuk koperasi, yang sawit-sawit rakyat (juga) kita akan himpun mereka menjadi satu kelompok koperasi,” ujar Ghani di Jakarta, Kamis (2/7).

Menteri Koperasi Ferry Joko Juliantono dalam acara Launching & Bedah Buku: Estafet Ideologi Sumitro ke Prabowo (Komunikasi Politik, Ekonomi, dan Momentum Perubahan di Peralihan Zaman) karya Dr. Hendri Satrio, Universitas Paramadina, (10/6/2026). Foto: Kevin Daniel/kumparan

Menteri Koperasi, Ferry Juliantono juga menuturkan bahwa Kemenkop siap mendukung hal tersebut. Nantinya, Kemenkop juga akan memberi pendampingan pada koperasi sawit.

“Kementerian Koperasi dengan segala pengalaman dan infrastruktur yang kami miliki serta BLU yang kami miliki, tentu akan bisa kita lakukan pembinaan terhadap koperasi-koperasi petani sawit,” kata Ferry.

Tak hanya akan dilibatkan dalam lahan, koperasi juga nantinya akan terlibat dalam hilirisasi produk sawit salah satunya berkaitan dengan CPO.

Untuk itu, Ferry menyebut akan ada pabrik CPO berbasis koperasi yang akan segera diresmikan di Musi Banyuasin, Sumatera Selatan.

“Nanti akhir bulan Juli atau awal Agustus kami akan melaksanakan apa peresmian pabrik CPO oleh koperasi di Musi Banyuasin dan dengan luas lahan 3.100 hektare dengan kemampuan produksi 60 ton per jam,” ujarnya.

Ia berharap pabrik tersebut juga bisa menjadi percontohan bagi pelibatan koperasi dalam pengelolaan sawit oleh Agrinas Palma Nusantara di tempat lainnya.

instagram embed