Bahlil Imbau Orang Kaya Tak Beli BBM Subsidi: Ada Pajero Bisa Isi 700 Liter

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengatakan masyarakat kaya tidak berhak membeli BBM subsidi. Dia mencontohkan ada mobil Pajero yang bisa mengisi 700 liter.
Bahlil menegaskan harga BBM subsidi tidak akan naik hingga akhir tahun, berbeda dengan BBM nonsubsidi yang bergerak sesuai harga minyak mentah global.
Dengan begitu, dia mengimbau BBM subsidi hanya untuk masyarakat yang berhak. Saat ini, cadangan BBM berada pada standar minimal yakni 18-21 hari.
"Saya mengimbau kepada saudara-saudara saya, saya mengimbau terus ini yang mampu, yang pendapatannya bagus, ekonominya menengah ke atas, mobilnya bagus, ya janganlah pakai BBM subsidi," tegas Bahlil saat di ICE BSD, Selasa (22/9).
Bahlil mencontohkan kasus di Makassar, terdapat mobil Pajero Sport yang memiliki tangki pengisian BBM hingga 700 liter dan sudah diamankan oleh aparat.
"Di Makassar itu kan polisi menemukan ada mobil Pajero di isi tangki-nya di dalam sampai 700 liter kan. Ya cobalah kita pakai perasaanlah. Saya berkali-kali terus ini, ngomong ini. Janganlah, kasihan," tuturnya.
Dia menekankan bahwa meski ada perbedaan harga yang signifikan antara subsidi dan nonsubsidi, bukan berarti masyarakat mampu bisa memilih komoditas yang bukan haknya. Hal ini menyebabkan lonjakan permintaan di saat pasokan yang ada terbatas.
"Memang terjadi shifting, gimana enggak shifting kalau mobil bagus begitu aja diisi pakai minyak subsidi, habis itu dijual lagi. Ya kasihan itu kan saudara-saudara kita yang berhak menerimanya yang kita ambil kan," imbuh Bahlil.
"Masa sih kita nggak malu sama saudara-saudara kita yang harus mendapatkan subsidi BBM, tapi jantaha diambil oleh orang yang mampu, tidak hanya sampai ke sana. Diambil, dijual lagi. Wah itu sudah saya nggak tahu lagi ya pikiran udah gimana," tandasnya.
Sebelumnya, Bahlil mengatakan antrean bahan bakar minyak (BBM) di Makassar, Sulawesi Selatan, sudah bisa diurai. Bahlil menyebut kondisi tersebut telah dilaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto.
"Dan yang terjadi kemarin di Makassar alhamdulillah sudah bisa terurai. Dan sudah selesai dan saya sudah laporkan kepada Bapak Presiden," kata Bahlil di Istana Negara, Jakarta Pusat, Kamis (17/9).
Bahlil menjelaskan salah satu kondisi yang terjadi di Makassar adalah adanya pergeseran atau shifting konsumsi BBM dari jenis nonsubsidi ke BBM subsidi.
Menurutnya, sebagian masyarakat yang sebelumnya menggunakan BBM RON 92 dan RON 95 nonsubsidi kemudian beralih menggunakan BBM subsidi.
Selain pergeseran konsumsi, Bahlil menyebut temuan kepolisian mengenai adanya kendaraan dengan tangki yang telah dimodifikasi menjadi berkapasitas besar.
Dia mengatakan ada kendaraan yang menggunakan tangki berkapasitas hingga 700 liter bahkan 1 ton untuk mengisi BBM.
