Kumparan Logo

Danantara Targetkan 17 Kota Miliki Fasilitas Waste to Energy pada 2028

kumparanBISNISverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Media Coffee Morning Danantara di Wisma Danantara, Jakarta, Kamis (22/10/2026). Foto: Argya Maheswara/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Media Coffee Morning Danantara di Wisma Danantara, Jakarta, Kamis (22/10/2026). Foto: Argya Maheswara/kumparan

Danantara membeberkan rencana strategis pengembangan proyek pengolahan sampah menjadi energi (waste to energy/WTE). Hingga akhir 2028, Danantara menargetkan 15 hingga 17 kota besar di Indonesia telah memiliki fasilitas WTE modern.

Managing Director Investment Danantara, Stefanus Ade Hadiwidjaja, menjelaskan proyek WTE tersebut tidak hanya melayani 17 kota besar, tetapi juga menjangkau wilayah kabupaten di sekitarnya.

"Harapan kita akhir 2028 atau pertengahan 2029, sebanyak 15 sampai 17 kota terbesar di Indonesia sudah memiliki fasilitas waste to energy terbaik. Jika dihitung bersama area kabupaten penyangga, cakupannya mencapai lebih dari 30 wilayah," kata Stefanus dalam acara Media Coffee Morning di Wisma Danantara, Jakarta, Kamis, (22/10).

Stefanus menyampaikan, sebanyak delapan kota dijadwalkan menandatangani kesepakatan proyek WTE dalam ajang New Asia Forum (NAF) pada Desember mendatang. Sementara empat kota lainnya akan segera memulai proses tender.

"Mudah-mudahan keputusan investasi akhir untuk delapan kota baru ini segera terealisasi. Jika jadwalnya sesuai, penandatanganan akan dilakukan di New Asia Forum," ujarnya.

Dalam ajang NAF mendatang, Danantara juga akan mempertemukan perwakilan pemerintah daerah dengan lembaga keuangan domestik dan global guna mempercepat skema pembiayaan proyek WTE.

"Lebih dari separuh calon pendana merupakan lembaga keuangan global, mulai dari perbankan Prancis, China, Singapura, Jepang, hingga bank pembangunan seperti ADB, AIIB, dan KfW dari Jerman. Perbankan nasional dari Himbara hingga 8-10 bank swasta juga turut berpartisipasi," terang Stefanus.

Sebagai langkah awal, Danantara melalui anak usahanya, Daya Energi Bersih Nusantara (Denera), telah memulai pembangunan fasilitas Pengelolaan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Ciketing Udik, Bantargebang, Kota Bekasi.

Chief Investment Officer Danantara Indonesia Pandu Sjahrir menyebut PSEL Kota Bekasi dirancang memiliki kapasitas pengolahan sampah hingga 1.500 ton per hari guna mengatasi krisis darurat sampah di wilayah tersebut.

"PSEL Bekasi diproyeksikan mengolah 1.500 ton sampah per hari. Pembangunannya kita percepat dan ditargetkan rampung pada akhir 2027 atau paling lambat awal 2028," kata Pandu di sela-sela peresmian PSEL Kota Bekasi, Jawa Barat, Rabu, (26/8).

Pandu menambahkan, proses konstruksi PSEL Kota Bekasi ditargetkan selesai kurang dari 24 bulan sejak dimulai pada November 2026, termasuk penyelesaian dokumen perjanjian jual beli listrik (power purchase agreement/PPA).