Kumparan Logo

Hampir 40 Persen Penyandang Disabilitas di AS Kini Bekerja

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi bendera Amerika Serikat. Foto: michaelpictures/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi bendera Amerika Serikat. Foto: michaelpictures/Shutterstock

Tingkat penyerapan tenaga kerja bagi penyandang disabilitas di Amerika Serikat (AS) bertahan mendekati rekor tertinggi sepanjang sejarah pada Oktober 2026.

Hampir 4 dari 10 warga usia produktif dengan disabilitas tercatat bekerja, dengan rasio pekerjaan terhadap populasi mencapai 39,9 persen.

Capaian ini berlangsung di tengah penambahan 165.000 lapangan kerja baru di AS sepanjang Oktober 2026 serta melandainya tingkat pengangguran nasional ke posisi 4,1 persen.

Data tersebut bersumber dari laporan National Trends in Disability Employment (nTIDE) Jobs Report yang dirilis oleh Kessler Foundation bersama Institute on Disability dari University of New Hampshire. Laporan nTIDE rutin memantau tren dinamika pasar kerja serta tingkat partisipasi angkatan kerja warga dengan disabilitas maupun non-disabilitas.

Profesor Ekonomi sekaligus Direktur UNH-IOD Andrew Houtenville menyampaikan, penguatan penyerapan tenaga kerja penyandang disabilitas dalam beberapa bulan terakhir mencatatkan tren pertumbuhan yang sangat pesat.

"Pertumbuhan angka pasar tenaga kerja bagi penyandang disabilitas selama beberapa bulan terakhir menunjukkan perkembangan luar biasa," kata Houtenville, Minggu, (8/11).

Berdasarkan analisis nTIDE terhadap data Biro Statistik Tenaga Kerja AS, rasio pekerjaan terhadap populasi penyandang disabilitas berusia 16–64 tahun sedikit melandai dari 40,3 persen pada September 2026 menjadi 39,9 persen pada Oktober 2026. Penurunan ini setara dengan 0,4 poin persentase atau melandai sekitar 1 persen.

Sebaliknya, rasio pekerjaan terhadap populasi masyarakat tanpa disabilitas pada rentang usia yang sama justru naik tipis dari 75,0 persen pada September 2026 menjadi 75,3 persen pada Oktober 2026.

Direktur Center for Employment and Disability Research Kessler Foundation John O’Neill menegaskan bahwa daya serap pasar kerja bagi penyandang disabilitas masih terjaga solid pada Oktober 2026.

"Rasio pekerjaan terhadap populasi bagi penyandang disabilitas mampu bertahan mendekati rekor tertinggi di level 39,9 persen pada Oktober," ujar O'Neill.

O'Neill menilai, stabilnya porsi ketenagakerjaan ini didorong oleh makin banyaknya penyandang disabilitas yang masuk ke pasar kerja guna membantu menopang ekonomi keluarga di tengah tekanan inflasi. Langkah ini menjadi krusial mengingat tingginya rasio kemiskinan pada rumah tangga dengan anggota keluarga penyandang disabilitas.

Selain rasio pekerjaan terhadap populasi, tingkat partisipasi angkatan kerja penyandang disabilitas juga sedikit terkoreksi dari 43,8 persen pada September 2026 menjadi 43,3 persen pada Oktober 2026. Sementara itu, partisipasi angkatan kerja warga non-disabilitas meningkat dari 78,1 persen menjadi 78,3 persen pada periode yang sama.