Harga Minyak Melesat ke Level USD 90 per Barel Imbas Konflik AS-Iran Memanas

Harga minyak melonjak 3 persen pada Senin (20/7), dengan Brent menembus level USD 90 per barel, setelah Amerika Serikat dan Iran memperluas serangan di Timur Tengah yang menghambat pengiriman energi melalui Selat Hormuz.
Mengutip Reuters, harga berjangka minyak mentah Brent naik USD 2,69 atau 3,05 persen menjadi USD 90,79 per barel pada pukul 23.43 GMT. Harga tersebut merupakan yang tertinggi sejak 11 Juni, sekaligus melanjutkan kenaikan setelah pekan lalu melonjak 15,9 persen, yang menjadi kenaikan mingguan terbesar sejak April.
Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat berada di level USD 84,68 per barel, naik USD 2,19 atau 2,65 persen. Harga tersebut merupakan yang tertinggi sejak 12 Juni. Kontrak bulan terdekat WTI telah menguat 15,5 persen sepanjang pekan lalu, menjadi kenaikan mingguan terbesar sejak awal Maret.
Batu Bara
Sedangkan harga batu bara menguat pada penutupan perdagangan Jumat (17/7). Harga batu bara ICE Newcastle untuk kontrak Juli 2026 berdasarkan situs Barchart naik 0,15 persen menjadi USD 129,25 per ton.
CPO
Harga minyak kelapa sawit (crude palm oil/CPO) terpantau turun pada penutupan perdagangan Jumat. Berdasarkan situs tradingeconomics.com, harga CPO turun 0,20 persen menjadi MYR 4.565 per ton.
Nikel
Adapun harga nikel terpantau mengalami penurunan pada penutupan perdagangan Jumat. Berdasarkan London Metal Exchange (LME), harga nikel turun 1,17 persen menjadi USD 16.691 per ton.
Timah
Sementara itu, harga timah terpantau mengalami kenaikan pada penutupan perdagangan Jumat. Berdasarkan London Metal Exchange (LME), harga timah naik 0,14 persen dan menetap di USD 53.230 per ton.
