Harga Minyak Melonjak 1 Persen, Dipicu Eskalasi Konflik AS-Iran

Harga minyak mentah dunia menguat sekitar 1 persen pada perdagangan Rabu (2/9). Kenaikan dipicu oleh kembali pecahnya serangan militer antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang mengancam pasokan minyak global melalui Selat Hormuz.
Dikutip dari Reuters, harga minyak Brent naik 98 sen (1 persen) ke level USD 95,63 per barel, sedangkan West Texas Intermediate (WTI) terangkat 79 sen (0,9 persen) ke posisi USD 91,01 per barel. Kedua harga acuan sempat menyentuh level tertinggi sejak 24 Juli.
Eskalasi terbaru terjadi setelah AS menyerang pesisir selatan Iran, yang dibalas Iran dengan memburu pangkalan militer AS. Data Kpler menunjukkan lalu lintas komoditas di Selat Hormuz merosot menjadi hanya empat kapal pada Rabu (2/9), jauh di bawah rata-rata harian sebanyak 13 kapal. Garda Revolusi Iran juga melaporkan dua kapal tanker terkena ranjau laut.
Meski demikian, pasar menilai dampak gangguan pasokan bersifat jangka pendek seiring tersedianya jalur alternatif dan peningkatan ekspor dari Irak. Di sisi lain, OPEC+ diproyeksikan tetap mempertahankan kebijakan produksinya untuk Oktober pada pertemuan Minggu (6/9).
Dari dalam negeri AS, penurunan persediaan minyak mentah turut menopang harga. Data Energy Information Administration (EIA) mencatat stok minyak AS menyusut 4,5 juta barel pada pekan lalu, jauh melampaui estimasi pasar sebesar 1,1 juta barel.
