Harga Minyak Mentah Melesat 3 Persen Imbas Kembali Memanasnya Perang Iran-AS

Mayoritas harga komoditas mayoritas bergerak menguat pada perdagangan Rabu (22/7). Minyak mentah, timah, nikel dan crude palm oil (CPO) justru mengalami kenaikan harga, hanya batu bara yang terkoreksi.
Minyak Mentah
Harga minyak ditutup pada level tertinggi sejak 11 Juni pada perdagangan Rabu (22/7), didorong meningkatnya kekhawatiran terhadap pasokan seiring eskalasi perang antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Selain itu, harga minyak juga dipengaruhi oleh adanya ancaman terhadap aktivitas pelayaran dari kelompok milisi Houthi yang didukung Iran di Yaman.
Dikutip dari Reuters, harga minyak mentah berjangka Brent ditutup menguat USD 3,06 atau 3,36 persen menjadi USD 94,07 per barel. Sementara itu, harga minyak mentah AS atau West Texas Intermediate (WTI) naik USD 2,49 atau 2,95 persen menjadi USD 86,83 per barel.
Harga Brent menjadi yang tertinggi dalam hampir enam pekan, usai sempat menyentuh level tertinggi intraday di USD 95,47 per barel.
Batu Bara
Harga batu bara terpantau turun pada penutupan perdagangan Rabu (22/7). Berdasarkan laman ICE Newcastle harga batu bara turun 0,04 persen untuk pengiriman Juli 2026 menjadi USD 30,85 per ton.
CPO
Harga minyak kelapa sawit (CPO) mengalami kenaikan pada penutupan perdagangan Rabu (22/7). Berdasarkan situs Trading Economics, harga CPO naik 0,26 persen berada di MYR 4.622 per ton.
Nikel
Di sisi lain, harga nikel terpantau mengalami kenaikan pada penutupan perdagangan Rabu (22/7). Harga nikel berdasarkan London Metal Exchange (LME) naik 0,87 persen menjadi USD 17.234 per ton.
Timah
Harga timah pun terpantau mengalami kenaikan harga pada penutupan perdagangan Rabu (22/7). Harga timah berdasarkan situs LME naik tipis 0,07 persen menjadi USD 53.922 per ton.
