Harga Minyak Mentah Naik Imbas Serangan Houthi ke Fasilitas Saudi Aramco

Harga minyak mentah menguat pada perdagangan Rabu, (14/10). Kenaikan dipicu oleh eskalasi serangan di Timur Tengah yang mengancam pemulihan pasokan energi dari kawasan Teluk Persia.
Mengutip Bloomberg, harga minyak jenis Brent naik 0,8 persen ke level USD 106,54 per barel. Sementara itu, jenis West Texas Intermediate (WTI) turut menguat 0,8 persen ke posisi USD 94,92 per barel.
Sentimen utama pasar tertekan oleh serangan rudal dan drone Houthi yang menyasar kantor pusat raksasa minyak Saudi Aramco di wilayah timur Arab Saudi. Maraknya gangguan keamanan di Selat Hormuz juga memaksa sejumlah kapal tanker raksasa mengalihkan rute dari Teluk Persia.
Analis Morgan Stanley, Martijn Rats, menilai ekspor minyak memang masih berjalan, namun tingkat ketidakpastian pasokan tetap tinggi. Sepanjang tahun ini, harga minyak Brent tercatat sudah melonjak lebih dari 70 persen akibat dinamika geopolitik global.
Di sisi lain, Arab Saudi melaporkan ke OPEC bahwa produksi minyaknya mulai pulih dan melonjak sepertiga pada bulan lalu. Sementara itu, Presiden AS Donald Trump membela langkah pelepasan pasokan ekspor energi guna meredam lonjakan harga di pasar global.
