Kumparan Logo

IHSG Diproyeksi Terkoreksi, Investor Cermati Sinyal Hawkish The Fed

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pekerja berjalan di dekat layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (21/5/2026). Foto: Dhemas Reviyanto/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Pekerja berjalan di dekat layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (21/5/2026). Foto: Dhemas Reviyanto/ANTARA FOTO

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi melemah pada pembukaan perdagangan Senin (31/8), setelah ditutup turun tipis 0,06 persen ke level 6.518,12 pada Jumat (28/8).

Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, M. Nafan Aji Gusta, menjelaskan bahwa IHSG berpotensi menguji koreksi secara teknikal akibat terbentuknya pola bearish doji star candle. Meski begitu, indikator seperti MA20&60, Stochastics, dan RSI masih menunjukkan sinyal penguatan.

Dari sentimen global, pasar dibayangi pidato hawkish Ketua The Fed Kevin Warsh dalam Simposium Jackson Hole. Warsh menegaskan bahwa penanganan inflasi tetap menjadi prioritas utama bank sentral AS.

Pernyataan tersebut mendongkrak probabilitas kenaikan suku bunga The Fed sebesar 25 basis poin pada September 2026 menjadi 59 persen (berdasarkan CME FedWatch Tool), naik dari sebelumnya 35 persen. Kenaikan prospek suku bunga AS berisiko memicu lonjakan yield US Treasury dan penguatan dolar AS, yang dapat menekan rupiah serta memicu keluarnya dana asing (capital outflow) dari pasar berkembang seperti Indonesia.

"Dampak awal pidato Warsh cenderung negatif bagi IHSG karena berpotensi meningkatkan risk premium emerging markets. Namun, sentimen ini belum cukup untuk mengubah tren IHSG secara keseluruhan menjadi bearish," ujar Nafan.

Untuk perdagangan hari ini, Mirae Asset Sekuritas merekomendasikan saham BBRI, CTRA, dan ENRG.

Sementara itu, tim analis MNC Sekuritas mencatat IHSG masih mampu bertahan di atas garis MA20 meski tertekan aksi jual pada pekan lalu.

Dalam skenario optimistis (best case), IHSG berpeluang melanjutkan penguatan menuju area 6.599–6.666. Namun pada skenario pesimistis (worst case), IHSG rentan terkoreksi ke kisaran 6.289–6.352.

MNC Sekuritas menetapkan level support IHSG di 6.373 dan 6.272, sedangkan level resistance berada di 6.599 dan 6.705. Rekomendasi saham pilihan MNC Sekuritas hari ini meliputi AMRT, BUMI, INDF, dan LSIP.