Kumparan Logo

Incar Posisi Nomor 1 Dunia, PGE Targetkan Kapasitas Panas Bumi 1,8 GW pada 2034

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Lahendong yang dioperasikan Pertamina Geothermal Energi (PGE). Foto: Dok. Website PLN
zoom-in-whitePerbesar
Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Lahendong yang dioperasikan Pertamina Geothermal Energi (PGE). Foto: Dok. Website PLN

​PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) memasang target signifikan untuk menggenjot kapasitas terpasang panas bumi hingga mencapai 1,8 gigawatt pada tahun 2034 mendatang.

​Direktur Utama PGE, Ahmad Yani, menjelaskan bahwa perusahaan mematok target antara untuk mencapai kapasitas terpasang sebesar 1 gigawatt pada tahun 2028, sebelum terus diperluas hingga mencapai 1,8 gigawatt pada 2034.

​“Untuk menjadi pemimpin pertama di Indonesia dengan 1 gigawatt installed capacity pada 2028 dan menjadi nomor satu di dunia dengan kapasitas installed 1,8 GW pada tahun 2034,” ujar Ahmad Yani saat ditemui dalam ajang Indonesian Geothermal Convention and Exhibition 2026 di Jakarta, Rabu, 19 Agustus 2026.

​Untuk mengejar target raksasa tersebut, Ahmad mengungkapkan bahwa PGE memerlukan dukungan penuh dari pemerintah, khususnya dalam hal perbaikan dan penyempurnaan regulasi yang mengatur sektor pengembangan panas bumi.

​Menurutnya, dukungan kebijakan dari pemerintah sangat krusial mengingat karakteristik proyek energi panas bumi yang memerlukan siklus investasi panjang, mulai dari tahap eksplorasi sumber daya yang berisiko tinggi hingga fase konstruksi pembangkit.

​“Untuk menjadi nomor satu di dunia, kami membutuhkan dukungan dari pemerintahan dalam memperbaiki regulasi,” tambahnya.

​Di sisi lain, langkah ekspansi PGE ini telah mendapatkan ruang strategis dari pemerintah. Dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025-2034, porsi alokasi untuk pengembangan energi panas bumi nasional tercatat mencapai sekitar 5,2 gigawatt.