Kawasan Nikel IWIP dan IMIP Pasok 10 Persen Total Ekspor RI, Total USD 28 M

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Roeslani, menyebutkan realisasi ekspor produk nikel dari Kawasan Industri PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) dan PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) telah mencapai USD 28 miliar.
PT IWIP di Halmahera Tengah, Maluku Utara, merupakan perusahaan patungan (joint venture) antara investor asal Tiongkok, yaitu Tsingshan, Huayou, dan Zhenshi, bersama PT Aneka Tambang Tbk (Antam). Sementara PT IMIP yang berlokasi di Morowali, Sulawesi Tengah, dikembangkan oleh BintangDelapan Group bersama Tsingshan Holding Group.
"Ekspor dari kawasan IWIP selama ini mencapai USD 11 miliar. Jika digabungkan dengan IMIP, total ekspor keduanya mencapai USD 28 miliar atau menyumbang 10 persen dari total ekspor Indonesia," ungkap Rosan saat menghadiri acara peresmian ekspor perdana dari IWIP, Kamis, (8/10).
Selain mencatatkan nilai ekspor jumbo, Rosan mengungkapkan kapasitas listrik terpasang di kedua kawasan industri tersebut sangat besar. IWIP mencatatkan kapasitas listrik 7,1 gigawatt (GW), sedangkan IMIP sebesar 8,8 GW, sehingga totalnya menembus 15,9 GW.
"Ini jauh lebih besar dari total pemakaian listrik di Singapura yang sebesar 13,1 gigawatt. Jadi konsumsi energi listrik dua kawasan industri ini saja sudah melampaui Singapura," tuturnya.
Rosan menambahkan, realisasi program tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility/CSR) dari IWIP telah menjangkau 32 desa dengan total dana menyentuh lebih dari Rp 650 miliar.
Di samping IWIP, kawasan IMIP juga disiapkan untuk menggerakkan proyek ekosistem baterai kendaraan listrik (electric vehicle/EV) terintegrasi dari hulu hingga hilir. Saat ini, Tsingshan Group juga telah mengembangkan proyek PLTS di Pulau Gili Labak dan Pagerungan Kecil, Sumenep.
"Satu proyek lagi sekitar 75 persen Insyaallah akan selesai dalam waktu dekat. Mereka juga sudah berdiskusi dengan Danantara untuk berpartisipasi aktif dalam program solar panel 100 gigawatt yang akan segera kita bahas bersama Pak Menko Hilirisasi," ujar Rosan.
