Kaya Bahan Baku, Muara Enim Diproyeksi Jadi Pusat Industri Bioetanol

Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, diproyeksikan menjadi salah satu daerah strategis penopang industri bioetanol nasional.
Melimpahnya potensi hasil pertanian seperti tebu, ubi kayu, dan jagung menjadi modal utama wilayah ini dalam mendukung ketahanan energi terbarukan.
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Muara Enim, Sumarni, menjelaskan bahwa pemerintah daerah memegang peran krusial dalam menjaga keberlanjutan pasokan bahan baku serta memfasilitasi kemudahan investasi dan regulasi lokal.
“Kabupaten Muara Enim memiliki modal potensi pertanian yang sangat memadai untuk mendukung rantai pasok industri bioetanol,” ujar Sumarni dalam keterangan resminya, seperti dikutip dari Antara, Minggu (27/9).
Berdasarkan data sektor pertanian setempat, Muara Enim mencatatkan produksi ubi kayu mencapai 11.953 ton per tahun dari total luas lahan 351 hektare. Sementara itu, komoditas jagung menghasilkan realisasi 2.828 ton dari lahan seluas 53 hektare.
Untuk komoditas tebu, pengembangan awal telah dirintis di Desa Talang Taling, Kecamatan Gelumbang, dengan luas panen 5 hektare dan estimasi produksi sekitar 500 ton.
Sementara itu, Pemkab Muara Enim telah menyiapkan tiga langkah strategis yaitu pemetaan dan penyediaan Lahan.
"Mengalokasikan lahan potensial dan lahan kritis non-produktif melalui revisi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) khusus tanaman bahan baku bioetanol," tulis laporan tersebut.
Berikutnya, peningkatan Kapasitas Petani. Memberikan pelatihan teknis budidaya, bantuan bibit unggul, serta pupuk berkualitas agar hasil panen memenuhi standar industri secara konsisten.
Percepatan Perizinan Investasi: Mempermudah dan mempercepat izin usaha bagi investor yang berminat membangun pabrik pengolahan bioetanol di sektor hilir.
Sumarni optimistis sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dapat mendorong Muara Enim bertransformasi menjadi lumbung energi terbarukan nasional.
“Dengan sinergi yang kuat, Muara Enim optimistis dapat berkontribusi nyata bagi ketahanan energi nasional,” katanya.
