Luhut Ungkap Skema Bansos Barang Jadi Tunai Bakal Dilaksanakan Bertahap

Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan, menyampaikan kelanjutan rencana perubahan skema bantuan sosial (bansos) dari bentuk barang menjadi tunai.
Nantinya, peralihan skema tersebut akan diterapkan secara bertahap agar bantuan dapat dimanfaatkan tepat sasaran sesuai kebutuhan masyarakat serta mencegah penyalahgunaan.
“Berjalan bertahap kan, bertahap,” kata Luhut usai menghadiri The Indonesia International Sustainability Forum (IISF) 2026 di Jakarta, Rabu, (7/10).
Luhut menjelaskan, pemerintah saat ini masih merapikan integrasi data penerima dan menargetkan seluruh proses verifikasi selesai pada akhir tahun ini. Selanjutnya, pemerintah bakal memulai uji coba skema bansos tunai pada kuartal I dan II 2027.
“Awal tahun depan, kuartal I dan II kita akan uji coba. Jadi semua dilakukan secara bertahap, bertingkat, dan berlanjut supaya jangan ada yang salah,” ungkap Luhut.
Luhut menegaskan, pelaksanaan program penyaluran bansos tunai sejauh ini tidak memerlukan alokasi dana tambahan dari APBN.
Menurutnya, pembiayaan bakal memanfaatkan anggaran yang sudah ada di masing-masing kementerian dan lembaga.
“Dana yang digunakan adalah dana kementerian/lembaga yang sudah ada. Mereka menggunakan anggaran sendiri,” jelasnya.
Terkait besaran dana yang diterima masyarakat, Luhut menyebut pemerintah masih terus melakukan kalkulasi. Berdasarkan estimasi awal, bantuan tunai tersebut diperkirakan berada di kisaran Rp 5,4 juta per keluarga.
“Kira-kira kami hitung Rp 5,4 juta per keluarga. Nanti keputusan akhirnya tergantung arahan Presiden,” tutur Luhut.
Ia menambahkan, besaran nominal bansos tersebut berpotensi ditingkatkan apabila pemerintah berhasil merealisasikan efisiensi anggaran lewat penerapan GovTech yang diproyeksikan mampu menghemat biaya lebih dari Rp 1.200 triliun, di samping potensi penghematan dari efisiensi sektor BUMN.
