Mendag Bidik Transaksi Rp 313,4 T di Trade Expo Indonesia

Menteri Perdagangan, Budi Santoso, menargetkan total nilai transaksi sebesar USD 17,5 miliar atau sekitar Rp 313,4 triliun pada penyelenggaraan Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 yang berlangsung pada 14–18 Oktober 2026.
Target tersebut ditopang oleh partisipasi 1.873 eksportir dan proyeksi 30.000 pengunjung. Hingga pembukaan pameran, TEI telah mencatat pendaftaran 16.885 calon pembeli, termasuk 8.092 pembeli asing dari 134 negara.
"Hingga saat ini telah terdaftar sebanyak 16.885 pembeli, dengan 8.092 di antaranya merupakan pembeli luar negeri dari 134 negara," ujar Budi dalam pembukaan TEI ke-41 di ICE BSD, Tangerang, Rabu, (14/10).
Budi menambahkan, pada hari pertama pembukaan pameran, pemerintah menjadwalkan penandatanganan 168 nota kesepahaman (MoU) antara eksportir nasional dan pembeli dari 22 negara. Nilai kesepakatan tersebut diperkirakan mencapai USD 13,2 miliar atau sekitar Rp 236 triliun.
"Sore ini disepakati penandatanganan 168 MoU antara eksportir dan pembeli dari 22 negara dengan total nilai USD 13,2 miliar," jelasnya.
Kesepakatan bisnis tersebut merupakan hasil penjajakan pasar yang dilakukan oleh perwakilan perdagangan Indonesia di luar negeri dengan calon pembeli potensial.
Pemerintah berkomitmen untuk terus memperluas akses pasar ekspor melalui pembukaan jaringan baru dan perjanjian dagang internasional. Saat ini, sebanyak 25 perjanjian dagang telah diimplementasikan, sementara 13 perjanjian lainnya masih dalam tahap perundingan.
Selain itu, pemerintah mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar dapat menembus pasar internasional melalui fasilitas penjodohan bisnis (business matching) antara eksportir dan calon pembeli asing.
Pada penyelenggaraan tahun ini, produk yang ditampilkan mencakup makanan dan minuman, hasil pertanian, produk manufaktur, fesyen, kerajinan, furnitur, dekorasi rumah, hingga promosi kawasan industri untuk menarik investor asing.
Budi berharap TEI dapat memperluas jangkauan pasar produk Indonesia sekaligus meningkatkan transaksi perdagangan dengan mitra internasional.
Bawa 30 Calon Pembeli
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan meminta para duta besar Indonesia di luar negeri untuk membawa 20 hingga 30 calon pembeli ke ajang TEI guna mendongkrak transaksi perdagangan. Ia juga menyoroti potensi pasar ekspor baru bagi Indonesia, khususnya di kawasan Asia Selatan dan Afrika.
Zulhas menyampaikan, pasar ekspor Indonesia kini kian meluas ke negara-negara mitra non-tradisional. Asia Selatan dinilai sebagai salah satu kawasan yang memberikan potensi surplus perdagangan signifikan bagi Indonesia.
"Terutama Asia Selatan, Asia Selatan itu paling tinggi surplusnya. Di sini ada Bangladesh, Pakistan, dan India. Kemudian kita juga masuk ke Afrika," ujar Zulhas.
Ia menilai produk manufaktur Indonesia, seperti pakaian, memiliki daya saing tinggi di pasar Afrika karena harganya yang kompetitif.
"Afrika juga sangat bagus. Produk pakaian kita laku di sana karena harganya ekonomis," kata Zulhas.
Guna mengoptimalkan peluang pasar tersebut, Zulhas mendorong para duta besar aktif menggaet calon pembeli dari negara penempatan masing-masing untuk hadir dalam pameran.
"Oleh karena itu, para duta besar kita wajib membawa calon pembeli saat pulang ke Indonesia, minimal 20 atau 30 pembeli," tuturnya.
Ia menambahkan, Trade Expo Indonesia selama ini menjadi salah satu ajang perdagangan terbesar di Indonesia yang rutin diselenggarakan selama lebih dari 40 tahun.
