Menhub Buka Suara Rencana TransJakarta Perluas Layanan ke Udara-Laut

Menteri Perhubungan (Menhub), Dudy Purwagandhi, buka suara soal rencana Pemprov DKI Jakarta memperluas bisnis PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) merambah sektor transportasi laut hingga udara.
Dudy mengatakan Kemenhub siap memberikan dukungan penuh terhadap langkah integrasi moda transportasi tersebut, tidak hanya DKI Jakarta saja tetapi juga di provinsi-provinsi lain yang memiliki visi serupa dalam membangun konektivitas yang baik.
“Setiap kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah daerah yang bertujuan untuk meningkatkan konektivitas kami pasti mendukung,” kata Dudy dalam ramah tamah Lokakarya Forum Wartawan Perhubungan (Forwahub) di Bandung, Jawa Barat, Jumat (3/10).
Dudy juga mengatakan Kemenhub terbuka menyerahkan urusan strategi bisnis apakah nantinya Perusahaan Daerah (Perusda) atau perusahaan pelat merah.
"Kalau sudah bicara business adjustment-nya, kami serahkan apakah itu Pemda melalui perusdanya atau Pemda ingin merangkul dari BUMN, kami terbuka. Apa pun itu bisnisnya sepanjang buat kami konektivitas ini bisa dipenuhi, maka kami pasti akan dukung," ujarnya.
Dody juga menambahkan, komitmen penguatan konektivitas ini juga tengah dikawal melalui pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Sistem Transportasi Nasional (Sistranas).
Melalui beleid tersebut, koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta lintas stakeholder dalam menyusun kebijakan transportasi diharapkan bisa jauh lebih tertata ke depannya.
“Terkait dalam penyusunan kebijakan berkaitan dengan transportasi khususnya konektivitas itu akan lebih baik lagi dan akan lebih tertata lagi yang nanti akan diatur oleh RUU Sistranas nantinya,” terangnya.
Sebelumnya, rencana ekspansi besar-besaran ini disampaikan oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo dalam Rapat Paripurna di Gedung DPRD DKI Jakarta, Kamis (1/10).
Dikutip dari Antara, rencana itu tertuang dalam Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Perubahan Bentuk Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Transportasi Jakarta.
"Ruang lingkup usaha PT Transportasi Jakarta juga diperluas untuk mendukung layanan transportasi yang lebih terintegrasi, mencakup layanan angkutan perairan dan udara, penyediaan dan pengelolaan sarana serta prasarana transportasi, hingga pembangunan, pengoperasian, dan pemeliharaan sistem pendukung layanan angkutan," kata Pramono dikutip dari Antara, Sabtu (3/10).
Selain sektor udara dan laut, perusahaan pelat merah daerah ini juga diberikan ruang untuk mengembangkan usaha pendukung lainnya seperti pendidikan, pelatihan, sertifikasi, jasa konsultansi, bantuan teknis, serta layanan berbasis teknologi informasi dan digital.
Seiring dengan perluasan bisnis tersebut, Pemprov DKI Jakarta turut menggenjot kapasitas finansial perusahaan. Pramono menyebutkan, modal dasar TransJakarta direncanakan melonjak dari sebelumnya Rp 5,225 triliun menjadi Rp 13,4 triliun melalui tambahan penyertaan modal.
Jangkauan layanan Transjakarta bahkan diproyeksikan merambah skala nasional hingga internasional.
