Kumparan Logo

Menperin Catat Industri Mamin Tumbuh 6,77 Persen di Semester I 2026

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji di Kantor Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, Jakarta Pusat, Selasa (6/10/2026). Foto: Widya Islamiati/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji di Kantor Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, Jakarta Pusat, Selasa (6/10/2026). Foto: Widya Islamiati/kumparan

Menteri Perindustrian (Menperin), Muhammad Sarmuji, menyebut industri makanan dan minuman (mamin) mencatat pertumbuhan positif sebesar 6,77 persen pada semester I 2026.

Sektor ini juga memberikan kontribusi sebesar 7,16 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional.

Kontribusi industri mamin terhadap PDB industri pengolahan nonmigas juga cukup besar, yaitu mencapai 41,86 persen pada semester I 2026.

Sarmuji menilai sektor tersebut menjadi salah satu kontributor strategis dalam menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia.

“Pada semester 1 2026, sektor ini mampu menyumbang sebesar 41,86 persen terhadap PDB industri non-migas dan 7,16 persen terhadap PDB nasional, serta mencapai pertumbuhan positif yang impresif sebesar 6,77 persen,” kata dia di Kantor Bappenas, Jakarta Pusat, Selasa (6/10).

Kinerja tersebut sejalan dengan pertumbuhan industri pengolahan nonmigas yang pada kuartal II 2026 mencapai 5,32 persen. Angka tersebut sedikit lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,29 persen.

Sarmuji mengatakan industri pengolahan nonmigas juga berkontribusi sekitar 38,9 persen terhadap realisasi investasi nasional dan menyumbang sekitar 82,40 persen terhadap ekspor nasional pada kuartal II 2026.

Sebanyak 14 dari 15 subsektor industri pengolahan nonmigas juga tercatat tumbuh positif. Menurut dia, kondisi tersebut menunjukkan ekspansi industri mulai terjadi secara luas dan tidak hanya bertumpu pada satu atau dua subsektor.

“Memang industri makanan dan minuman ini jagoannya di sektor industri ini,” ujarnya.