Kumparan Logo

Pasar Tenaga Kerja AS Stabil, Fokus The Fed Bergeser ke Inflasi

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ketua Federal Reserve (The Fed) yang baru, Kevin Warsh, meninggalkan East Room di Gedung Putih setelah upacara pelantikannya di Washington, DC, Jumat (22/5/2026). Foto: AARON SCHWARTZ/AFP
zoom-in-whitePerbesar
Ketua Federal Reserve (The Fed) yang baru, Kevin Warsh, meninggalkan East Room di Gedung Putih setelah upacara pelantikannya di Washington, DC, Jumat (22/5/2026). Foto: AARON SCHWARTZ/AFP

Pertumbuhan lapangan kerja Amerika Serikat (AS) diperkirakan kembali meningkat pada Agustus. Kondisi pasar tenaga kerja yang masih relatif stabil memberi ruang bagi Federal Reserve (The Fed) untuk lebih fokus mengendalikan inflasi di tengah lesunya pasar properti.

Mengutip Bloomberg (30/8), laporan dari Bureau of Labor Statistics (BLS) diperkirakan menunjukkan penambahan sekitar 55 ribu lapangan kerja dengan tingkat pengangguran bertahan di level 4,1 persen.

Permintaan tenaga kerja yang terjaga serta jumlah pemutusan hubungan kerja (PHK) yang terbatas menjadi penopang utama kestabilan tersebut.

Ketua The Fed, Kevin Warsh, menyatakan kondisi pasar tenaga kerja AS saat ini masih berada dalam situasi yang sehat.

“Konsisten dengan kondisi full employment,” kata Warsh dikutip dari Bloomberg.

Kondisi ketenagakerjaan yang stabil membuat perhatian pejabat The Fed kini semakin bergeser ke stabilitas harga. Mengingat inflasi masih bertahan di atas target 2 persen, perkembangan harga menjadi faktor kunci penentu kebijakan suku bunga berikutnya.

Sikap Warsh yang cenderung hawkish dinilai Bloomberg Economics meningkatkan peluang kenaikan suku bunga pada September hingga lebih dari 50 persen. Laporan ketenagakerjaan Agustus pun diperkirakan memiliki dampak kebijakan yang lebih kecil dari biasanya karena perlambatan pekerjaan lebih dipengaruhi faktor demografi.

Selain menunggu rilis data survei manufaktur dan jasa dari ISM untuk melihat indikator tekanan harga, pasar juga mencermati agenda ekonomi Kanada. Bank of Canada diproyeksikan bakal mempertahankan suku bunga di tengah ketidakpastian dan kebuntuan negosiasi perdagangan dengan AS.