Kumparan Logo

Pemerintah Siapkan Rp 3,8 T untuk Buka Rekening Kelompok Usia 17 Tahun

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyatakan tarif resiprokal Amerika Serikat (AS) untuk Indonesia kini mengikuti tarif global sebesar 15 persen yang ditetapkan Presiden AS Donald Trump, naik dari sebelumnya 10 persen. Foto: Najma Ramadhanya/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyatakan tarif resiprokal Amerika Serikat (AS) untuk Indonesia kini mengikuti tarif global sebesar 15 persen yang ditetapkan Presiden AS Donald Trump, naik dari sebelumnya 10 persen. Foto: Najma Ramadhanya/kumparan

Pemerintah tengah menyiapkan program pembukaan rekening bank otomatis berbasis Nomor Induk Kependudukan (NIK) bagi warga negara Indonesia yang genap berusia 17 tahun dan telah memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP).

​Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengatakan berdasarkan hasil pendataan pemerintah, masih banyak warga berusia di atas 17 tahun yang belum memiliki rekening perbankan.

​“Rekening gratis ini juga sudah kami laporkan kepada Pak Presiden. Dari hasil rekap, ada masyarakat berusia di atas 17 tahun yang belum punya rekening, jumlahnya cukup banyak,” kata Airlangga dalam acara Antara Business Forum 2026 di Jakarta, Rabu (23/9).

​Airlangga menjelaskan, pemerintah mengkalkulasi kebutuhan anggaran program ini mencapai Rp 3,8 triliun. Anggaran tersebut berasumsi setiap rekening baru akan mendapatkan saldo awal sebesar Rp 50.000, yang artinya menyasar sekitar 76 juta rekening.

​“Kalau kita kasih Rp 50.000 per rekening, butuh sekitar Rp 3,8 triliun,” ujar Airlangga.

​Airlangga mengungkapkan, skema teknis dan kelanjutan program ini masih dibahas bersama Menteri Keuangan. Pemerintah juga tengah merancang jenis program insentif lanjutan agar rekening yang telah dibuat tidak menjadi pasif atau dorman.

​Langkah ini krusial mengingat kelompok masyarakat berusia 17 tahun yang belum menikah umumnya tidak terjangkau oleh program bantuan sosial (bansos) reguler pemerintah.

​“Bansos itu kan biasanya diberikan kepada mereka yang sudah keluarga atau menikah. Jadi, untuk yang usia 17 tahun sampai belum menikah, kita sedang melihat program apa yang pas diberikan agar rekeningnya tidak dorman,” tutur Airlangga.

​​