Perusahaan AS Nilai RI Tetap Jadi Tujuan Utama Investasi di Tengah Dinamika Pasar

Perusahaan-perusahaan asal Amerika Serikat (AS) yang tergabung dalam US-ASEAN Business Council (US-ABC) menegaskan komitmennya untuk tetap menjadikan Indonesia sebagai negara prioritas investasi di tengah berbagai dinamika pasar global dan domestik.
Research Director Maritime Southeast Asia and Financial Services US-ABC, Mega Valentina, menyampaikan bahwa kepastian tersebut diperoleh dari hasil misi bisnis selama tiga hari serta pengumpulan 48 laporan perusahaan anggota.
"Dari 48 laporan yang kami himpun, terdapat pesan konsisten bahwa perusahaan-perusahaan AS masih sangat tertarik dan menempatkan Indonesia sebagai salah satu tujuan investasi utama," kata Mega dalam taklimat media US-ABC di Jakarta, Jumat, (30/10).
Mega menjelaskan, anggota US-ABC berfokus pada investasi langsung (foreign direct investment/FDI) sektor riil melalui pembangunan fasilitas manufaktur, pengadaan mesin dan peralatan, serta penyerapan tenaga kerja.
"Di tengah berbagai tantangan global maupun domestik, keterbukaan, kemitraan, dan rasa saling percaya menjadi aspek yang semakin krusial," tambah Mega.
Pada kesempatan yang sama, President US-ABC, Brian McFeeters, menuturkan bahwa para pelaku usaha AS tidak hanya melihat pergerakan instrumen keuangan jangka pendek, melainkan prospek investasi jangka panjang di sektor riil.
"Di tengah ketidakpastian geopolitik global selama dua tahun terakhir, kami justru melihat adanya stabilitas yang cukup kuat, bahkan ekspansi lini bisnis dari perusahaan-perusahaan AS di Indonesia," ujar Brian.
Kendati demikian, Brian menekankan pentingnya peningkatan daya saing nasional melalui konsistensi kebijakan pemerintah, kepastian regulasi, serta penguatan kualitas kemitraan dengan dunia usaha.
