Kumparan Logo

PLTA Batang Toru 510 MW Ditargetkan Beroperasi Jelang Nataru

kumparanBISNISverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung. Foto: Dok. Kementerian ESDM
zoom-in-whitePerbesar
Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung. Foto: Dok. Kementerian ESDM

Menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru), pasokan listrik Sumatera bagian utara segera mendapat tambahan tenaga.

Waduk PLTA Batang Toru berkapasitas 510 megawatt (MW) di Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, mulai digenangi air pada Jumat (9/10).

Wakil Menteri ESDM, Yuliot, yang menyaksikan langsung proses tersebut, menargetkan pembangkit ini beroperasi untuk menyambut lonjakan kebutuhan listrik pada periode Nataru.

Kehadiran PLTA ini dinilai mendesak karena cadangan operasional sistem kelistrikan Sumatera masih tipis.

"Cadangan operasional hanya 4 persen. Idealnya kan sekitar 15 sampai 20 persen," ungkap Yuliot melalui keterangan tertulis, Sabtu (10/10).

PLN menambahkan, sistem Sumatera bagian utara saat ini masih ditopang pasokan dari Sumatera bagian selatan melalui jaringan transmisi.

Dengan pertumbuhan beban Sumatera Utara sekitar 100-120 MW per tahun, tambahan 510 MW dari Batang Toru dapat menopang kebutuhan provinsi itu hingga empat sampai lima tahun ke depan.

Menurut Yuliot, penggenangan diperlukan untuk menguji seluruh fasilitas, mulai dari powerhouse, ketinggian genangan sesuai target, hingga penyaluran daya ke jaringan transmisi.

"Tanpa penggenangan, kita tidak bisa melakukan uji coba atas seluruh fasilitas yang ada di sini," tambah dia.

Penggenangan air dipercepat pada triwulan IV 2026, disertai uji coba seluruh instrumen selama dua pekan. Setelah itu, pembangkit diuji untuk masuk ke jaringan PLN sebelum resmi beroperasi.

"Kalau sudah berjalan dengan baik, kita akan menerbitkan sertifikat laik operasi," kata Yuliot.

Penggenangan dapat dilakukan setelah persoalan administrasi diselesaikan, termasuk kewajiban kepada Kementerian Lingkungan Hidup/BPLH dan Kementerian Kehutanan. Prosesnya dikawal bersama Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Kementerian Lingkungan Hidup/BPLH, Kementerian Kehutanan, dan Kejaksaan Agung.

PLTA Batang Toru juga diandalkan karena pasokan airnya stabil. Hulu sungainya terhubung dengan Danau Toba, sehingga di tengah kondisi El Nino sumber airnya dinilai lebih dari cukup.

Proyek strategis nasional senilai Rp21,6 triliun ini terdiri atas empat unit masing-masing 127,5 MW. Pengembangnya, PT North Sumatera Hydro Energy (NSHE), telah menyiapkan kajian tahap kedua berkapasitas 160 MW. Sebagian besar pekerja proyek merupakan tenaga lokal.