Kumparan Logo

Prabowo Beberkan Asumsi Makro Ekonomi RI 2027, Targetkan Pertumbuhan 6 Persen

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan Pengantar atas RUU tentang APBN Tahun Anggaran 2027 beserta Nota Keuangan saat Sidang Paripurna Pembukaan Masa Persidangan I DPR Tahun Sidang 2026-2027 di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2026). Foto: YouTube/ Sekretariat Presiden
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan Pengantar atas RUU tentang APBN Tahun Anggaran 2027 beserta Nota Keuangan saat Sidang Paripurna Pembukaan Masa Persidangan I DPR Tahun Sidang 2026-2027 di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2026). Foto: YouTube/ Sekretariat Presiden

Presiden Prabowo Subianto menetapkan sejumlah asumsi makro ekonomi dalam RAPBN 2027. Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi tahun depan mencapai 6 persen, lebih tinggi dibandingkan target dalam APBN 2026 sebesar 5,4 persen.

Target tersebut menjadi salah satu indikator utama pemerintah dalam menyusun kebijakan fiskal 2027. Selain pertumbuhan ekonomi, pemerintah juga menetapkan sasaran inflasi, suku bunga Surat Berharga Negara (SBN), nilai tukar rupiah, hingga harga dan produksi minyak serta gas.

“Pertumbuhan ekonomi tahun 2027 ditargetkan mencapai 6 persen. Lebih tinggi dari target APBN 2026 sebesar 5,4 persen,” kata Prabowo dalam Pidato Nota Keuangan di Kompleks Parlemen RI, Jumat (14/8).

Untuk inflasi, pemerintah menargetkan laju harga berada di level 2,5 persen. Sementara itu, suku bunga SBN tenor 10 tahun diperkirakan sebesar 6,9 persen.

Dari sisi nilai tukar, rupiah dalam asumsi makro RAPBN 2027 dipatok pada kisaran Rp 17.500 per dolar Amerika Serikat.

Pemerintah juga menetapkan harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) sebesar USD 75 per barel.

Sementara untuk produksi migas, lifting minyak ditargetkan mencapai 610 ribu barel per hari. Adapun lifting gas dipatok sebesar 954 ribu barel setara minyak per hari.

Selain indikator ekonomi dan sektor energi, pemerintah memasukkan sejumlah target kesejahteraan masyarakat dalam kerangka RAPBN 2027. Penurunan kemiskinan menjadi salah satu sasaran yang hendak dicapai seiring dengan target pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi.

“Dengan pertumbuhan yang lebih kuat dan APBN yang efektif, kemiskinan di tahun 2027 ditargetkan turun ke rentang 6,0 sampai 6,5 persen dari target APBN 2026 6,5 sampai 7,5 persen,” ujar Prabowo.

Tingkat pengangguran terbuka juga ditargetkan turun pada 2027. Pemerintah menetapkan rentang target sebesar 4,30 sampai 4,87 persen, lebih rendah dibandingkan target 2026 yang berada di kisaran 4,44 sampai 4,96 persen.

Pemerintah juga menargetkan pemerataan pendapatan membaik melalui penurunan Rasio Gini. Pada 2027, Rasio Gini ditargetkan berada di rentang 0,362 sampai 0,367, dari target tahun ini sebesar 0,377 sampai 0,380.

Di sisi lain, Indeks Modal Manusia ditargetkan meningkat menjadi 0,575. Sasaran tersebut menjadi bagian dari indikator pembangunan yang ingin dicapai pemerintah melalui kebijakan fiskal tahun depan.

Prabowo mengatakan pencapaian berbagai target tersebut akan ditopang reformasi fiskal. Pemerintah akan mengoptimalkan pendapatan negara sekaligus menekan potensi kebocoran penerimaan dan meningkatkan efisiensi belanja.

“Angka-angka tersebut akan kita jaga dengan reformasi fiskal yang holistik dan konsisten.Pendapatan negara didorong lebih optimal. Kebocoran penerimaan harus diminimalisasi, efisiensi belanja terus dilanjutkan,” tegasnya.

Pemerintah juga akan mengarahkan perlindungan sosial agar semakin tepat sasaran. Di sisi pembiayaan, pemerintah menyatakan akan terus mengembangkan skema yang inovatif dan berkelanjutan untuk mendukung pencapaian sasaran fiskal dan ekonomi 2027.