Kumparan Logo

Rusia Jual Saham Perusahaan Tambang Emas Hasil Sitaan Senilai USD 1,3 M

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi tambang emas. Foto: TTstudio/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi tambang emas. Foto: TTstudio/Shutterstock

Pemerintah Rusia berhasil menjual saham mayoritas perusahaan tambang emas Yuzhuralzoloto PJSC yang sebelumnya disita dari seorang miliarder lokal.

Penjualan tersebut dilakukan senilai 93 miliar rubel atau sekitar USD 1,3 miliar setelah beberapa kali upaya sebelumnya gagal menarik minat pembeli.

Mengutip Bloomberg pada Sabtu (20/6), perusahaan BTS-Most Holding yang berbasis di Moskow memenangkan lelang untuk mengakuisisi 67,2 persen saham Yuzhuralzoloto beserta perusahaan afiliasinya.

Harga tersebut sebenarnya jauh lebih rendah dibandingkan target awal pemerintah Rusia. Pada upaya penjualan sebelumnya, aset itu ditawarkan dengan harga pembukaan sebesar 162 miliar rubel.

Adapun transaksi penjualan Yuzhuralzoloto dilakukan melalui mekanisme Dutch auction atau lelang Belanda, yakni metode penjualan di mana harga secara bertahap diturunkan hingga ada pembeli yang bersedia mengambil aset tersebut.

Sementara pembelinya yakni BTS-Most Holding merupakan perusahaan yang terafiliasi dengan pengusaha kelahiran Chechnya, Ruslan Baisarov. Ruslan diketahui memiliki bisnis di sektor pertambangan batu bara dan infrastruktur transportasi.

"Yuzhuralzoloto merupakan salah satu dari lima produsen emas terbesar di Rusia. Perusahaan yang beroperasi di wilayah Chelyabinsk, Pegunungan Ural itu memproduksi 385.800 troy ons emas sepanjang 2025," tulis laporan Bloomberg.

Tambang emas tersebut sebelumnya dimiliki keluarga taipan Konstantin Strukov selama beberapa dekade. Namun, perusahaan itu disita pemerintah Rusia pada tahun lalu setelah jaksa menuduh Strukov memperoleh kendali atas aset tersebut secara ilegal ketika masih menjabat sebagai pejabat publik.

Dalam setahun terakhir, pemerintah Rusia telah mengambil alih aset bernilai miliaran dolar dengan berbagai alasan. Mulai dari dugaan korupsi, perolehan aset secara ilegal, hingga kepemilikan kewarganegaraan ganda.

instagram embed