Sejumlah Bank Sentral Dunia Tarik Penyimpanan Cadangan Emas ke Luar AS

Bank sentral di berbagai negara mengeskalasi aksi borong emas di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik dan ketidakpastian ekonomi global.
Tak sekadar menambah porsi kepemilikan, sejumlah negara juga mulai mengubah strategi lokasi penyimpanan cadangan emas dengan menarik aset mereka keluar dari Amerika Serikat (AS).
Mengutip Fortune, Sabtu, (24/10), laporan riset Goldman Sachs mencatat bank sentral secara global membeli 79 ton emas pada Agustus 2026.
Angka ini melonjak lebih dari empat kali lipat dibandingkan rata-rata pembelian bulanan sebelum 2022 yang berada di kisaran 17 ton.
Eskalasi pembelian emas mulai terakselerasi sejak 2022, dipicu oleh konflik Rusia-Ukraina yang mengubah peta geopolitik dunia. Goldman Sachs memperkirakan laju pembelian emas bank sentral kini stabil di rata-rata 85 ton per bulan secara musiman.
China Pembeli Terbesar
China menjadi pembeli terbesar yang teridentifikasi dengan serapan mencapai 25 ton pada Agustus 2026. Meski demikian, porsi emas dalam total cadangan devisa China dinilai masih di bawah alokasi jangka panjang.
Strategi menambah cadangan emas diperkirakan terus berlanjut seiring upaya negara-negara berkembang mengurangi ketergantungan terhadap mata uang utama G7, khususnya dolar AS.
Sementara itu, bank sentral negara maju lebih berfokus pada penataan ulang lokasi penyimpanan emas demi menjaga keamanan cadangan devisa serta fleksibilitas likuiditas saat krisis.
Salah satu langkah nyata ditunjukkan Bank Sentral Belanda (De Nederlandsche Bank/DNB) yang memindahkan 86 ton emas dari New York dan Ottawa ke London pada September 2026.
DNB menilai cadangan emas yang disimpan di Bank of England, London, jauh lebih fleksibel dan cepat untuk ditransaksikan saat situasi darurat dibanding emas yang mengendap di AS atau Kanada.
Langkah serupa dilakukan Bank Sentral Prancis (Banque de France) pada Maret 2026 dengan menjual 129 ton emas yang disimpan di New York untuk digantikan dengan emas baru yang disimpan di Eropa.
Banque de France menegaskan pemindahan ini ditujukan untuk meningkatkan standar kemurnian emas batangan milik negara menjadi di atas 99,99 persen.
