Kumparan Logo

Soal Investor Asing di Pasar Modal, JP Morgan Soroti Isu Rupiah hingga MSCI

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi: J.P. Morgan. Foto: Muhammad Fhandra Hardiyon/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi: J.P. Morgan. Foto: Muhammad Fhandra Hardiyon/kumparan

​J.P. Morgan menilai pergerakan nilai tukar rupiah dan isu tata kelola menjadi perhatian investor asing untuk kembali masuk ke pasar saham Indonesia, setelah mencatatkan aksi jual bersih (outflow) hingga USD 5 miliar sepanjang 2026.

​CEO dan Senior Country Officer J.P. Morgan, Gioshia Ralie, mengatakan investor asing membutuhkan keyakinan terhadap tata kelola dan transparansi pemerintah sebelum menempatkan dananya di Indonesia.

​“Investor asing perlu merasa nyaman dengan pemerintah, terutama terkait tata kelola dan transparansi yang baik. Salah satu perhatian mereka di luar MSCI adalah kepastian anggaran negara, apakah batas defisit 3 persen akan tetap dipertahankan atau tidak,” jelas Gioshia pada media briefing di Jakarta, Kamis (3/9).

​Menurut Gioshia, kestabilan rupiah sangat krusial bagi investor asing untuk menghindari risiko kerugian nilai tukar saat mengonversi kembali investasinya ke dolar AS. Meski demikian, pada Kamis (3/9) pukul 14.40 WIB, nilai tukar rupiah menguat 0,59 persen ke level Rp 17.659 per dolar AS.

​Gioshia menambahkan, pergerakan mata uang juga berkaitan erat dengan tingkat kepercayaan investor terhadap postur anggaran negara, khususnya transparansi penerimaan dan belanja pemerintah.

​“Jangan sampai ada kebijakan yang keliru. Postur APBN harus menunjukkan penerimaan ditingkatkan dan pengeluaran dijaga agar defisit tidak melebihi 3 persen,” ungkapnya.

​Investor Asing Tunggu Kepastian MSCI

Pengunjung memotret layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (14/8/2026). Foto: Putra M. Akbar/ANTARA FOTO

​Sementara itu, Head of Indonesia Equity Research J.P. Morgan, Benny Kurniawan, menyampaikan bahwa investor masih menunggu kepastian terkait indeks MSCI untuk kembali melancarkan aksi beli di pasar saham domestik.

​“Faktor MSCI menjadi salah satu penentu, yang diharapkan mendapatkan kepastian pada November mendatang,” ujar Benny.

​Selain MSCI, investor juga mencermati efektivitas langkah regulator, termasuk Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dalam menjalankan reformasi pasar modal.

​Benny menilai kembalinya aliran modal asing juga memerlukan sokongan pertumbuhan ekonomi nasional yang lebih kuat, salah satunya didorong oleh realisasi investasi.

​“Untuk membuat asing kembali ke Indonesia, kita membutuhkan pertumbuhan ekonomi yang lebih baik, dan itu bisa didorong dari sektor investasi,” tutur Benny.