Kumparan Logo

Trump Pamer Air Force One Hadiah dari Qatar, Nilainya Capai Rp 7,13 T

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden AS Donald Trump memberi isyarat saat ia meninjau pesawat VC-25B yang dihadiahkan oleh Qatar yang akan digunakan sebagai Air Force One, di Pangkalan Gabungan Andrews, Maryland, AS, Jumat (19/6/2026). Foto: Elizabeth Frantz/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Presiden AS Donald Trump memberi isyarat saat ia meninjau pesawat VC-25B yang dihadiahkan oleh Qatar yang akan digunakan sebagai Air Force One, di Pangkalan Gabungan Andrews, Maryland, AS, Jumat (19/6/2026). Foto: Elizabeth Frantz/REUTERS

Presiden Amerika Serikat Donald Trump memperkenalkan Air Force One atau pesawat kepresidenan yang baru di Joint Base Andrews, Maryland, AS beberapa waktu lalu.

Pesawat Boeing 747 tersebut menjadi sorotan karena merupakan hadiah dari Qatar yang nilainya mencapai USD 400 juta atau sekitar Rp 7,13 triliun (dengan kurs Rp 17.826 per dolar AS).

Dikutip dari The Guardian pada Sabtu (20/6), nilai pemberian yang besar tersebut sempat dikritik karena jauh melampaui batas hadiah yang dapat diterima pejabat federal AS, yaitu USD 50 per tahun dari satu sumber yang sama.

Walau begitu, kritik tersebut direspons oleh Trump yang menyebut ‘bodoh’ jika menolak tawaran tersebut. Sementara itu, juru bicara Pentagon Sean Parnell menyatakan bahwa Menteri Pertahanan AS menerima Boeing 747 dari Qatar sesuai dengan seluruh aturan dan regulasi federal yang berlaku.

Trump juga mengapresiasi Emir Qatar atas pemberian tersebut. Menurutnya, pesawat tersebut sebagai salah satu pesawat paling mewah di dunia.

"Dia pria yang luar biasa. Dia telah melalui banyak hal dalam beberapa bulan terakhir.

Ini dianggap sebagai pesawat paling mewah di dunia. Saat dibangun, kualitasnya dibuat pada tingkat yang mungkin tidak akan pernah terlihat lagi," kata Trump.

Menurut Trump, Air Force One baru diperlukan agar AS dapat menyamai pesawat modern yang digunakan para pemimpin negara lain. Adapun Air Force One yang selama ini sudah ada yakni VC-25A memang sudah tua di mana pesawat tersebut mulai beroperasi pada 1990 atau saat pemerintahan Presiden George H.W. Bush.

Presiden AS Donald Trump menyampaikan pidato sambil berdiri di depan pesawat VC-25B yang dihadiahkan oleh Qatar dan akan digunakan sebagai Air Force One, di Pangkalan Gabungan Andrews, Maryland, AS, Jumat (19/6/2026). Foto: Elizabeth Frantz/REUTERS

"Negara-negara lain sangat menghormati kita, tetapi mereka memiliki pesawat yang jauh lebih baru dan lebih baik. Itu agak konyol," ujarnya.

Meski pemberian Qatar, Air Force One baru yang diberi kode VC-25B tersebut tetap memakan biaya modifikasi atau konversi sebesar USD 1 miliar.

Maka dari itu, kritik terhadap pesawat hadiah dari Qatar itu juga muncul karena biaya konversinya dinilai dapat mengalihkan anggaran dari program modernisasi rudal balistik antarbenua (ICBM) Sentinel yang saat ini juga mengalami keterlambatan bertahun-tahun.

Pesawat tersebut sebenarnya hanya akan menjadi pesawat ‘interim’ atau sementara sambil menunggu dua Air Force One baru yang pengirimannya tertunda ke 2027 dan 2028. Terkait dua Air Force One baru yang dalam pesanan, nilai pengadaannya membengkak dari USD 3,7 miliar menjadi USD 5 miliar.

Adapun Air Force One lama dengan VC-25A bernomor ekor 29000 memang sedang dipensiunkan usai membawa pulang Trump dari Eropa. Sementara VC-25A lain bernomor ekor 28000 akan tetap beroperasi bersama VC-25B baru hingga pesawat kepresidenan generasi berikutnya resmi dikirim.

Selain itu, VC-25B yang menjadi Air Force One interim tersebut juga memiliki livery berbeda dengan Air Force One sebelumnya yang berwarna biru muda bercampur putih. Alih-alih sama dengan livery lama, pesawat baru tersebut menggunakan livery yang mirip dengan pesawat pribadi Trump.

instagram embed