Sering Minum Obat Bareng Kopi atau Teh? Ini Efek Samping yang Wajib Kamu Tahu!

Pharmacy Major, State Islamic University Syarif Hidayatullah Jakarta
·waktu baca 1 menit
Tulisan dari Abdul Munawar Nasution tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pernah gak sih, pas lagi pusing atau gak enak badan, kamu refleks mengambil obat lalu langsung menelannya pakai sisa kopi atau teh yang ada di meja? Alih-alih mengambil air putih, banyak dari kita yang malas bergerak dan memilih jalan pintas ini.
Padahal, menyandingkan obat dengan kopi atau teh itu bukan cuma perkara rasa yang jadi aneh. Di dalam tubuh, kandungan aktif dari kedua minuman ini bisa "berantem" dengan zat kimia obat.
Bukannya cepat sembuh, kebiasaan ini malah bisa memicu efek samping yang merugikan tubuh. Yuk, cari tahu kenapa kopi dan teh bisa jadi musuh bagi obat-obatanmu!
1. Saat Teh Bertemu Obat: Zat Aktif Terikat dan Gagal Diserap
Teh sering dianggap sebagai minuman "aman" karena efeknya yang menenangkan. Namun, teh mengandung senyawa bernama tanin yang punya sifat mengikat yang sangat kuat. Ketika kamu minum obat pakai teh, ini yang terjadi:
Obat Jadi "Lumpuh" dan Mubazir: Tanin akan mengikat zat aktif dalam obat dan membentuk senyawa kompleks yang sulit larut. Akibatnya, usus tidak bisa menyerap obat tersebut dengan maksimal. Obat pun terbuang sia-sia tanpa sempat menyembuhkan penyakitmu.
Sangat Berbahaya untuk Obat Penambah Darah: Tanin paling anti dengan zat besi. Jika kamu meminum obat penambah darah (suplemen zat besi) dengan teh, penyerapan zat besi bisa turun drastis hingga 60%.
2. Saat Kopi Bertemu Obat: Efek Ganda yang Bikin Jantung Berdebar
Kalau teh sifatnya menghambat, kopi justru sebaliknya. Kandungan kafein yang tinggi pada kopi bertindak sebagai stimulan sistem saraf pusat dan bisa mengubah cara tubuh memetabolismekan obat. Efek sampingnya antara lain:
Overdosis Kafein (Efek Toksik): Beberapa jenis obat, seperti antibiotik tertentu, bisa menghambat kemampuan tubuh untuk memecah kafein. Akibatnya, kafein akan menumpuk di dalam darah. Kamu bisa mengalami gejala overdosis kafein seperti jantung berdebar kencang, pusing, tremor, hingga cemas parah.
Efek Obat Jadi Berlipat Ganda: Jika kamu minum obat asma (seperti theophylline) bersamaan dengan kopi, efek stimulannya akan berlipat ganda karena struktur kimia kafein mirip dengan obat tersebut. Hal ini bisa memicu dada sesak dan denyut jantung yang tidak beraturan.
Menetralkan Efek Obat Penenang: Minum obat tidur atau obat penenang lalu didorong dengan kopi? Efeknya jelas bertolak belakang. Kafein akan memblokir efek rileks yang seharusnya diberikan oleh obat tersebut
Solusi Amannya Gimana?
Solusinya sebenarnya sederhana tapi butuh disiplin: selalu gunakan air putih untuk menelan obat. Air putih bersifat netral dan tidak akan mengganggu kerja zat aktif obat di dalam tubuh.
Kalau kamu tetap pengin ngopi atau ngeteh, beri jeda waktu minimal 2 jam sebelum atau sesudah kamu meminum obat. Waktu dua jam ini sudah cukup bagi lambung dan usus untuk mencerna obat terlebih dahulu tanpa gangguan.
Yuk, lebih sayang sama tubuh sendiri. Mulai sekarang, singkirkan dulu cangkir kopi dan tehmu saat jadwal minum obat tiba, ya!
