Festival Apresiasi Literasi: Menyalakan Semangat Baca dari Kampoeng Mbaca

Tenaga Pendamping Profesional Kabupaten Majalengka Jawa Barat
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Abdul Rahman Azis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Majalengka – Semangat literasi kembali menyala di Desa Paningkiran, Sumberjaya, Majalengka, lewat gelaran Festival Apresiasi Literasi TBM Kampoeng Mbaca, yang diselenggarakan sebagai bentuk penghargaan atas partisipasi aktif anak-anak desa dalam kegiatan literasi selama lebih dari satu bulan.
Festival yang digelar di penghujung kegiatan KKN-T Literasi IPB University 2025 ini menjadi bukti nyata bahwa gerakan literasi di desa tak hanya bisa hidup, tapi juga berkembang dengan pendekatan yang tepat. Di tengah banyaknya program literasi yang selama ini hanya fokus pada pengadaan buku dan rak tanpa pengelolaan yang memadai, kegiatan ini menunjukkan pentingnya peran sumber daya manusia (SDM) dalam mengelola Taman Bacaan Masyarakat (TBM).
Azka Alif Rizky, Koordinator Desa KKN-T Literasi Majalengka dari IPB University, menjelaskan bahwa festival ini merupakan bentuk apresiasi terhadap semangat anak-anak Kampoeng Mbaca yang telah mengikuti rangkaian kegiatan literasi sejak 4 Juni hingga 16 Juli 2025. Acara dimeriahkan dengan pementasan tari tradisional, pembacaan shalawat, hingga puisi oleh anak-anak binaan.
Abdul Rahman Azis, pendiri TBM Kampoeng Mbaca, menyampaikan apresiasinya terhadap kontribusi mahasiswa IPB. “Kegiatan ini bukan sekadar seremonial. Literasi diajarkan melalui aktivitas yang menyenangkan, sehingga anak-anak tertarik untuk mengenal buku dan menjadikan membaca sebagai kebiasaan,” ungkapnya.
Dukungan juga datang dari pihak pemerintah desa. Suhendi, Kasi Pemerintahan yang mewakili Kepala Desa Paningkiran menyatakan kebanggaannya terhadap semangat dan dedikasi mahasiswa KKN. Ia berharap anak-anak Kampoeng Mbaca tumbuh menjadi generasi yang bermanfaat bagi keluarga, masyarakat, dan bangsa.
Festival ini menjadi bukti bahwa literasi di desa bisa tumbuh subur jika didukung oleh sinergi antara masyarakat, lembaga pendidikan, dan pemerintah. Bukan sekadar proyek, melainkan gerakan yang mengakar dan berdampak langsung pada kehidupan warga.
