kumparan
KONTEN PENGGUNA
3 Juli 2018 16:35

KM Lestari Tenggelam di Selayar, Bro Rivai : Pemerintah Harus Tegakkan SOP Pelayaran

Abdul Rivai Ras (Pendiri Studi Keamanan Maritim UNHAN)
Kumparan.com, Makassar – Baru saja publik dihebohkan dengan tenggelamnya kapal KM Sinar Bangun di Danau Toba, dan KM Arista di perairan Makassar, kali ini publik dibuat tercengang dengan tenggelamnya Kapal Feri KM Lestari di perairan Selayar, Sulawesi Selatan.
ADVERTISEMENT
Kapal tersebut dilaporkan tenggelam di selat Selayar, Sulawesi Selatan, Selasa 3 Juli 2018. KM Lestari ini bertolak dari Pelabuhan Bira Kabupaten Bulukumba ke Selayar.
Menanggapi maraknya kejadian kapal tenggelam di perairan Indonesia, berbagai pihak turut merasa prihatin dan menyampaikan duka mendalam bagi korban dan keluarga korban. Tak terkecuali Tokoh Sulsel, Abdul Rivai Ras.
“Segenap pimpinan dan staf BRORIVAI Center turut prihatin dan berduka atas musibah kecelakaan laut ini. Semoga keluarga korban diberi kekuatan dalam menerima cobaan ini. Dan kita berdoa bersama-sama agar para penumpang selamat dan dapat berkumpul kembali dengan sanak keluarganya,” ucap Pendiri BRORIVAI Center ini. Selasa, 3 Juli 2018.
Selama 2 bulan, kata Bro Rivai, sudah 3 kapal penumpang yang tenggelam di perairan Indonesia dan memakan banyak korban jiwa. Hal ini tentu saja kata Rivai harus menjadi evaluasi bagi Pemerintah pusat maupun daerah, terkait penegakan aturan keselamatan pelayaran dan Standard Operating Procedure (SOP).
ADVERTISEMENT
“Semestinya standard operating procedure (SOP) perlu diperhatikan, mulai dari kelayakan kapal untuk berlayar, kapasitas penumpang (muatan), hingga masalah cuaca perlu dipatuhi oleh operator. Sebaliknya regulasi dan SOP tentang keselamatan pelayaran harus ditegakkan,” tegas Pendiri Studi Keamanan Maritim UNHAN ini.
KM Lestari mengangkut puluhan kendaraan roda empat dan roda dua. Sebanyak 120 orang diketahui menjadi penumpang kapal tersebut.
Tulisan ini adalah kiriman dari user, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan