Konten dari Pengguna

Lewat Daring: Konsumen Jepang dan Petambak Udang Windu Pinrang Saling Menyapa

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Abdul Salam Atjo tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pembudidaya tambak udang windu di Jampue Kabupaten Pinrang, Sulawesi selatan melakukan pertemuan dalam jaringan (Daring) zoom meeting dengan perwakilan konsumen udang windu di Jepang yang difasilitasi PT Atina, Pinrang dan Sidoarjo. (Foto:ASA)
zoom-in-whitePerbesar
Pembudidaya tambak udang windu di Jampue Kabupaten Pinrang, Sulawesi selatan melakukan pertemuan dalam jaringan (Daring) zoom meeting dengan perwakilan konsumen udang windu di Jepang yang difasilitasi PT Atina, Pinrang dan Sidoarjo. (Foto:ASA)

Layar monitor berukuran dua kali dua meter di sebuah dinding rumah tambak mendadak ramai. Senyum lebar dan lambaian tangan hangat seketika memecah kekakuan jarak ribuan kilomter antara Jampue, Pinrang, Sulawesi Selatan dengan Jepang.

“ Hallo….hallo…apa kabar, selamat pagi..” Seru para petambak udang Pinrang dengan antusias yang langsung disambut dengan lambaian tangan tak kalah ceria dari perwakilan kelompok Seikatsu di Seberang sana.

Sebagai upaya memperkuat rantai pasok dan menjaga keberlanjutan produksi komoditas ekspor, para pembudidaya udang windu di Kecamatan Lanrisang Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan menggelar pertemuan tahunan melalui daring via Zoom Meeting bersama perwakilan konsumen udang windu Seikatsu dari Jepang, Selasa (29/9/2026) di sekretariat usaha tokolan udang windu Itto Benur, Jampue. Pertemuan strategis ini diinisiasi secara kolaboratif oleh PT Alter Trade Indonesia (Atina) selaku eksportir udang windu bersama mitranya, PT Alter Trade Japan (ATJ).

Dalam pertemuan tersebut, perwakilan petambak udang windu ecoshrimp Pinrang menyampaikan langsung kondisi terkini di lapangan dan mengusulkan adanya program bantuan benih udang windu berkualitas dari pihak konsumen Jepang. Langkah ini dinilai krusial untuk memulihkan produktivitas kawasan tambak yang terdampak dari bencana elnino. “Selain bantuan benur berkualitas kami juga mengharapkan adanya bantuan mesim pompa air agar petambak mudah mensuplai air dari saluran ke petakan tambak,” ungkap Zainuddin alias Papa Chiko saat berdisskusi dengan perwakilan konsumen udang windu Jepang Seikatsu yang dipandu oleh mas Wawan PT Atina Sidoarjo dan Mr.Kuroiwa, PT ATJ.

Beberapa bulan terakhir, para petambak di Pinrang menghadapi tantangan berat berupa kemarau panjang. Masalah ini dipicu oleh fenomena iklim El Nino ekstrem yang menyebabkan kenaikan suhu air dan salinitas tinggi, sehingga mengganggu siklus pertumbuhan udang windu.

Menanggapi usulan tersebut, pihak konsumen Jepang akan melakukan diskusi dengan PT ATJ menyambut baik aspirasi petambak. Kerja sama ini diharapkan tidak hanya mengamankan pasokan udang windu ecoshrimp tetapi juga membantu pemulihan ekonomi para pembudidaya tambak tradisional di Kabupaten Pinrang.