Konten dari Pengguna

Pembudidaya Tambak di Pinrang Butuh 720 Juta Ekor Benur Windu

Abdul Salam Atjo

Abdul Salam Atjo

Penyuluh Perikanan Ahli Madya, Kementerian Kelautan dan Perikanan

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Abdul Salam Atjo tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pembudidaya Tambak di Pinrang Butuh 720 Juta Ekor Benur Windu
zoom-in-whitePerbesar

Petani tambak di Pinrang semakin termotivasi untuk membudidayakan udang windu. Selain pertumbuhan cepat juga harga jual bisa menembus Rp.125.000/kilogram. Namun yang menjadi persoalan saat ini adalah kelangkaan benih udang windu (benur) di usaha pembenihan (hatchery) maupun di usaha penggelondongan.

Pembudidaya Tambak di Pinrang Butuh 720 Juta Ekor Benur Windu (1)
zoom-in-whitePerbesar

H.Beddu, salah seorang pengusaha penggelondongan benur di dusun Kae kecamatan Suppa Pinrang mengakui kalau saat ini banyak petani tambak membutuhkan benur, namun belum bisa dipenuhi karena suplai benur dari hatchery langganannya belum ada produksi. Untuk mengantisipasi permintaan benur di tingkat petani maka ketua kelompok tani tambak di Lanrisang berinisiatif mendatangkan benur udang windu dari provinsi Lampung. “Kami datangkan 2 juta ekor benur dari Lampung untuk memenuhi sebagian kebutuhan benur untuk petani tambak di Pinrang,” ungkap H. Sudirman ketua kelompok tani tambak di kecamatan Lanrisang.

Kepala Dinas Perikanan kabupaten Pinrang, Andi Budaya Hamid mengatakan, produksi benur udang windu di pembenihan maupun di penggelondongan tidak mengalami penurunan atau sama dengan produksi pada musim-musim tebar sebelumnya. Hanya karena permintaan benur oleh petambak semakin meningkat sehingga pengusaha pembenihan dan pengusaha penggelondongan tidak mampu memenuhi kebutuhan petani tambak tersebut. Meningkatkan kebutuhan benur udang windu saat ini karena ada perubahan pola budidaya yang dikembangkan petani tambak khususnya di kecamatan Lanrisang, Mattirosompe dan di kawasan pesisir lainnya di Pinrang. “Pada umumnya petambak sekarang memanen udangnya setelah dipelihara sekitar 50 hari karena sudah bisa diserap oleh pasar ekspor dengan ukuran size 60-100 ekor/kiligram,” ungkap Andi Budaya.

Pembudidaya Tambak di Pinrang Butuh 720 Juta Ekor Benur Windu (2)
zoom-in-whitePerbesar

Petani tambak udang windu di Pinrang pada umumnya melakukan budidaya secara sederhana dengan kepadatan tebar 1-2 ekor permeter persegi atau sekitar 10-20 ribu ekor per hektare. Karena kepadatannya tergolong masih rendah sehingga petambak hanya mengandalkan makanan alami berupa plankton, tanaman air, cacing tanah dan phronima suppa. “Makanan alami inilah yang mampu mempercepat masa panen udang windu,” katanya Dengan kepadatan 10-20 ribu ekor per hektar petambak bisa panen sekitar 150-250 kilogram perhektar per siklus. Jika harga udang rata-rata Rp.60.000/kg maka petambak dapat mengantongi hasil penjualan sekitar Rp.9-15 juta/ha hanya dalam tempo masa budidaya 50-60 hari. Jika masa pemeliharaan diperpanjang hingga 90 hari maka petambak bisa panen size 30 ekor/kg dengan harga yang fantastis Rp.125.000/kg. ”Kami berterimakasih kepada Atina karena mampu memberi udang windu ukuran kecil sehingga menjadi penyemangat bagi petani untuk terus budidayakan udang windu,” katanya.

Sejak PT Atina mengeluarkan kebijakan untuk membeli udang windu ukuran size kecil dengan harga sekitar Rp.55.000 – 70.000/kg maka petambak semakin sering melakukan penebaran dengan frekwensi tebar sampai enam siklus pertahun sehingga kebutuhan benurpun semakin meningkat. Sementera jumlah pembenihan dan penggelondong benur udang windu tidak bertambah seiring dengan meningkatnya prekwensi tebar oleh petani tambak.

Kebutuhan benur udang windu di Pinrang setiap tahun memang tidak sedikit. Jika diaumsikan luas tambak yang ditebari benur udang windu 12.000 hektare rata-rata 10.000 ekor/ha dengan frekwensi enam siklus setahun maka jumlah kebutuhan benur udang windu mencapai 720 juta ekor setiap tahun. Ini menjadi peluang sekaligus tantangan bagi pengusaha hatchery (pembenihan) udang windu yang ada di Pinrang untuk memenuhi kebutuhan benur petambak Pinrang.