Konten dari Pengguna

Kehadiran Tiongkok di Balkan dan Tantangan Ekonomi yang Dihadapi Uni Eropa

Abdullah Akbar Rafsanjani

Abdullah Akbar Rafsanjani

Mahasiswa Hubungan Internasional dari Universitas Kristen Indonesia

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Abdullah Akbar Rafsanjani tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sumber: Freepik.com
zoom-in-whitePerbesar
Sumber: Freepik.com

Kehadiran Tiongkok di Balkan khususnya kawasan Western Balkans seperti Serbia, Montenegro, Bosnia-Herzegovina, Albania, North Macedonia, dan Kosovo menyebabkan salah satu dinamika geopolitik-ekonomi yang muncul di Eropa. Terlebih setelah kehadiran proyek Tiongkok yaitu Belt and Road (BRI) yang akhirnya menghadirkan modal, proyek seperti jalan dan jembatan, hingga pembiayaan untuk mempercepat pembangunan. Kehadiran ini akhirnya menyebabkan kekhawatiran sendiri bagi Uni Eropa.

Hal yang dikhawatirkan ialah, investasi yang dilakukan Tiongkok lebih banyak tentang infrasrtuktur dan berhubungan dengan logistik. Uni Eropa kurang masuk ke ranah tersebut akibat tata kelola mereka yang ketat hingga sering menimbulkan masalah tata kelola. Namun, Tiongkok berhasil “merebut hati” negara-negara Balkan karena memang regulasi Tiongkok lebih mudah dibanding Uni Eropa, akan tetapi menimbulkan masalah seperti kontroversi lingkungan dan standar tenaga kerja yang diterapkan Tiongkok. Akibat adanya masalah tersebut, banyak proyek BRI dikritik akibar studi lingkungan yang lemah hinga kontrak jangka panjang yang mampu memberi leverage politik kepada pemberi modal yang dalam hal ini adalah Tiongkok.

Karena hal tersebut, menyebabkan tantangan kompetitif untuk Uni Eropa karena modal dan investasi dari Tiongkok lebih cepat dan persyaratannya lebih mudah dibanding yang dimiliki Uni Eropa yang harus mematuhi hukum, hak asasi, hingga regulasi lingkungan. Ini akhirnya memaksa Uni Eropa untuk harus mereformulasi mekanisme investasi agar mampu bersaing dengan Tiongkok. Akan tetapi ini masih perlu waktu, ditambah mereka mesti menghadapi arus modal Tiongkok yang sangat besar.

Kondisi inipun akhirnya beresiko terhadap rantai pasokan dan sumber daya strategis yang ada di kawasan Balkan. Contohnya terlihat di dinamika negara Serbia terkait proyek-proyek lithium. Selain investasi melalui infrastruktur fisik, Tiongkok juga berinvestasi melalui teknologi komunikasi dan digital lainnya melalui Digital Silk Road sehingga menimbulkan kekhawatiran standar keamanan data dan ketergantungan teknologi

Dari hal tersebut, maka kehadiran Tiongkok di Balkan merupakan suatu ujian untuk Uni Eropa untuk merumuskan suatu alternatif investasi yang cepat seperti pendanaan yang kompetitif tetapi tetap memberikan aturan yang ketat untuk tenaga kerja dan regulasi lingkungan.