Tekno-Geopolitik dan Persaingan AS-Tiongkok di Amerika Latin

Mahasiswa Hubungan Internasional dari Universitas Kristen Indonesia
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Abdullah Akbar Rafsanjani tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Persaingan antara Amerika Serikat dan Tiongkok semakin bergeser dari perebutan kekuatan ekonomi dan militer menuju kompetisi penguasaan teknologi strategis. Semikonduktor, kecerdasan buatan, jaringan telekomunikasi, komputasi awan, dan infrastruktur digital sudah menjadi bagian penting dari kekuatan nasional. Negara yang mampu menguasai teknologi tersebut tidak hanya memperoleh keuntungan ekonomi, tetapi juga memiliki pengaruh lebih besar dalam menentukan arah perkembangan industri, keamanan, dan tatanan global. Dalam konteks ini, ekspansi Huawei di Amerika Latin memperlihatkan bagaimana kawasan tersebut mulai menjadi arena baru persaingan teknologi antara Washington dan Beijing.
Amerika Serikat selama beberapa tahun terakhir berupaya membatasi perkembangan teknologi Tiongkok, terutama dalam sektor semikonduktor dan AI. Pembatasan ekspor terhadap chip canggih serta teknologi pendukung produksi semikonduktor menjadi bagian dari strategi untuk memperlambat kemampuan Tiongkok mengembangkan teknologi strategis secara mandiri. Kekhawatiran Washington bukan hanya terletak pada persaingan ekonomi. Kemampuan Tiongkok dalam mengembangkan semikonduktor dan AI juga berpotensi meningkatkan kapasitas industri pertahanan, sistem militer, serta kemampuan teknologi nasional Beijing secara keseluruhan.
Kebijakan ini memicu munculnya tech decoupling, yaitu pemisahan secara bertahap antara ekosistem teknologi Amerika Serikat dan Tiongkok. Namun, upaya membatasi akses Tiongkok terhadap teknologi Barat tidak serta-merta membuat Beijing kehilangan pengaruh dalam kompetisi teknologi global. Sebaliknya, tekanan tersebut justru mempercepat upaya Tiongkok untuk membangun ekosistem teknologi yang lebih mandiri, mulai dari pengembangan semikonduktor domestik hingga ekosistem digital lainnya.
Strategi tersebut juga tidak hanya berfokus pada pasar domestik Tiongkok. Beijing membutuhkan pasar internasional untuk memperluas penggunaan teknologi dan membangun ekosistem yang mampu bersaing dengan dominasi teknologi Amerika Serikat. Amerika Latin menjadi salah satu kawasan yang penting dalam strategi tersebut. Melalui perusahaan seperti Huawei, Tiongkok dapat menawarkan jaringan telekomunikasi, infrastruktur digital, cloud computing, serta berbagai teknologi berbasis AI kepada negara-negara di kawasan tersebut.
Kehadiran Huawei di Amerika Latin memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar ekspansi bisnis. Infrastruktur digital memiliki karakter strategis karena digunakan sebagai fondasi bagi aktivitas ekonomi, komunikasi, pemerintahan, hingga pengembangan teknologi masa depan. Negara yang membangun sistem digitalnya menggunakan teknologi dari perusahaan tertentu secara tidak langsung akan semakin terhubung dengan ekosistem teknologi negara asal perusahaan tersebut. Dalam jangka panjang, hubungan tersebut dapat menciptakan ketergantungan melalui standar teknologi, sistem perangkat keras, perangkat lunak, investasi, dan rantai pasok. Hal inilah yang membuat Amerika Latin semakin penting dalam persaingan AS–Tiongkok. Secara geografis, kawasan tersebut memiliki kedekatan dengan Amerika Serikat dan selama sejarahnya sering dianggap sebagai wilayah strategis Washington. Masuknya Tiongkok melalui investasi, perdagangan, dan kini infrastruktur teknologi menunjukkan bahwa persaingan kekuatan besar tidak lagi terbatas pada Asia Timur atau Indo-Pasifik. Kompetisi tersebut mulai memasuki wilayah yang secara tradisional berada dalam lingkup pengaruh Amerika Serikat.
Di tengah upaya Washington melakukan isolasi teknologi terhadap Tiongkok, Beijing justru memperluas pengaruh ekosistem teknologinya ke kawasan yang strategis bagi AS. Semakin Amerika Serikat membatasi akses Tiongkok terhadap teknologi Barat, semakin besar pula insentif bagi Beijing untuk membangun sistem alternatif dan mencari pasar baru di luar ekosistem Barat. Huawei kemudian menjadi salah satu instrumen penting dalam perluasan ekosistem tersebut. Keberhasilan Tiongkok memperluas penggunaan teknologi Huawei di kawasan itu dapat memperkuat posisinya dalam membangun ekosistem digital alternatif di tengah tekanan Amerika Serikat. Dengan demikian, teknologi kini bukan hanya alat pembangunan ekonomi, tetapi juga instrumen utama dalam perebutan pengaruh dan kekuatan global.
