Konten dari Pengguna

Tren Memakai Jersey Sepak Bola Klasik Kini Menjelma Jadi Fashion

Abdurahman Alfarizi

Abdurahman Alfarizi

Mahasiswa ilmu komunikasi

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Abdurahman Alfarizi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

sumber by gemini ai
zoom-in-whitePerbesar
sumber by gemini ai

Bagi generasi terdahulu, jersey sepak bola mungkin hanya sekadar pakaian untuk berkeringat di lapangan hijau atau kostum wajib saat nonton bareng (nobar) tim kesayangan. Namun, coba tengok pemandangan di kedai kopi estetik, konser musik, hingga area hangout anak muda belakangan ini. Jersey—khususnya yang bergaya klasik atau retro—telah naik kelas menjadi salah satu fashion item paling dicari dalam dunia streetwear.

Tren yang sering disebut sebagai "Blokecore" di ranah mode global ini memadukan jersey sepak bola vintage dengan celana denim longgar, cargo, atau bahkan celana bahan formal, lengkap dengan sepatu kets retro. Lantas, mengapa baju bola jadul ini bisa bikin pemakainya merasa "ganteng maksimal" dan jadi tren yang begitu digandrungi?

1. Efek Nostalgia dan Desain Estetik Masa Lalu

Jersey sepak bola era 80-an hingga awal 2000-an dinilai memiliki nilai estetika yang jauh lebih tinggi dibanding jersey modern. Kerah ikonik, motif kain yang bertekstur (jacquard), hingga logo sponsor ikonik zaman dulu (seperti merek elektronik, maskapai penerbangan legendaris, atau bahkan produk otomotif) memberikan kesan retro yang otentik. Memakai jersey klasik bukan lagi sekadar pamer klub, melainkan pamer selera seni dan apresiasi terhadap sejarah fashion.

2. Menolak Seragam, Berburu 'Rare Item'

Di era di mana semua orang bisa dengan mudah membeli baju yang sama di mal, anak muda mencari cara untuk tampil beda. Jersey klasik memberikan eksklusivitas tersebut. Berburu jersey vintage orisinal dari dekade lalu membutuhkan usaha ekstra lewat thrifting atau kolektor. Semakin langka jersey yang dipakai—misalnya jersey latihan klub raksasa Eropa tahun 90-an—semakin tinggi pula "kasta" gaya sang pemakai di tongkrongan.

3. Kenyamanan yang Fleksibel (Versatile)

Secara fungsional, jersey dirancang untuk kenyamanan. Bahannya yang ringan, tidak mudah kusut, dan sejuk sangat cocok dengan iklim tropis Indonesia. Ketika dipadukan dengan jaket oversized, tote bag, dan aksesori yang pas, jersey sepak bola dengan mudah bertransisi dari pakaian kasual rumah menjadi pakaian streetwear yang sangat modis untuk jalan-jalan sore.

Pada akhirnya, tren ini membuktikan bahwa sepak bola dan fashion tidak lagi berjalan di jalur yang berbeda. Memakai jersey sepak bola klasik kini bukan cuma soal menunjukkan loyalitas pada klub, tetapi tentang bagaimana mengekspresikan karakter diri lewat gaya yang santai, sporty, sekaligus berkelas.

Kalau kamu sendiri, punya koleksi jersey klasik dari klub apa nih yang paling sering dipamerkan saat nongkrong?