Pemuda Islam dalam Melanjutkan Tonggak Kepemimpinan yang Bebas Korupsi

Abdurrahman Muslim
Mahasiswa Administrasi Bisnis Universitas Brawijaya
Konten dari Pengguna
12 September 2021 14:06 WIB
·
waktu baca 5 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Abdurrahman Muslim tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
ilustrasi pemuda islam https://pixabay.com/photos/ramadhan-men-guy-religion-muslim-3400247/
zoom-in-whitePerbesar
ilustrasi pemuda islam https://pixabay.com/photos/ramadhan-men-guy-religion-muslim-3400247/
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Assalamu’alaikum
Apa kabar teman teman semua nya? semoga teman-teman selalu dalam lindungan Allah SWT dan dalam kasih sayang-Nya. Sebelum nya teman-teman sudah tahu belum sih jika di dalam agama Islam peran pemuda menduduki posisi yang penting loh, dan masa muda sendiri adalah masa di mana kita memiliki kesempatan lebih untuk berjuang, berprestasi, dan melakukan hal baik lain nya. Karena masa muda adalah masa di mana kita masih memiliki semangat yang berkobar bagaikan api yang tidak pernah padam. Di zaman yang penuh fitnah dan kezaliman ini tindakan korupsi juga terjadi di mana mana,lantas bagaimana kita sebagai pemuda mempersiapkan itu semua agar menjadi pemimpin yang bebas korupsi?
ADVERTISEMENT
Dalam surat Al-Anbiya Ayat 60 Allah SWT berfirman, artinya “mereka menjawab, kami mendengar seorang pemuda yang mencela berhala-berhala ini, yang bernama Ibrahim.” firman Allah SWT dalam surat ini menceritakan bagaimana kegigihan Nabi Ibrahim saat muda untuk menegakan tauhid, menyebarkan dakwah, dan berjuang atas nama Allah SWT. Keberhasilan Nabi Ibrahim saat melawan kejahatan rezim Namrud yang sangat dzolim dan penuh kesombongan adalah bukti bagaimana peran pemuda sangat penting dalam melanjutkan estafet dakwah.
Tidak hanya itu saja teman-teman bukti pemuda Islam yang menegakan tauhid dan akidah, Ashabul Kahfi adalah contoh lain dari pemuda yang berjuang menegakan tauhid, siapa sih yang tidak tahu cerita yang sudah masyhur ini, kisah 7 pemuda yang tertidur selama 309 tahun di dalam Gua untuk menghindari pemimpin yang zalim, kisah ini terjadi di negeri Asfasus di bawah kepemimpinan raja Decyanus yang kejam jauh sebelum zaman Nabi Muhammad SAW.
ADVERTISEMENT
Raja Decyanus adalah raja yang zalim yang memerintahkan seluruh rakyat nya untuk menyembah berhala, Raja Decyanus tidak segan-segan untuk membunuh siapa pun yang tidak tunduk akan perintah nya. Sampai pada suatu hari raja Decyanus mendengar beberapa pemuda golongan bangsawan yang tidak mau menuruti perintahnya, lalu Raja Decyanus memerintahkan beberapa bawahan nya untuk membawa pemuda-pemuda tersebut ke hadapannya. Saat ditanya mengapa pemuda itu tidak mau menuruti perintah Raja Decyanus, mereka menjawab hanya ingin menyembah kepada Allah SWT saja. Para pemuda tersebut di tawarkan kenikmatan harta dan dunia untuk berpaling dari Allah SWT tetapi mereka tetap teguh mempertahankan akidahnya.
Sampai akhirnya mereka pergi meninggalkan kota tersebut agar bisa melakukan ibadah kepada Allah SWT secara leluasa, saat perjalanan meninggalkan kota mereka bertemu dengan pemuda dan anjing nya. Pemuda tersebut masih memiliki iman yang murni dan akhirnya pun pengembala tersebut ikut bersama mereka. Sampai akhirnya mereka menemukan Gua di bawah Gunung Tikhayus tidak jauh dari tempat tinggal mereka. Di dalam Gua mereka dapat beribadah dengan leluasa dan tanpa adanya gangguan dan mereka berdoa kepada Allah SWT untuk memohon lindungan agar terhindar dari kejaran tentara raja Decyanus. Kemudian Allah menutup mata mereka dan menjaga nya sampai 309 tahun. Kemudian mereka terbangun dengan wajah yang berseri seri, setelah itu mereka keluar Gua untuk mengecek keadaan kota, dan alangkah kaget nya mereka karena agama yang tadinya di lakukan secara semena mena kini balik seperti semula. Kisah ini tertulis dalam firman Allah SWT dalam surat Al-Kahfi ayat 9-26.
ADVERTISEMENT
Nah itu adalah beberapa kisah yang dapat kita teladani sebagai pemuda Islam yang beriman, di zaman yang penuh fitnah dan kezaliman ini pemuda bukan hanya di tantang untuk selalu konsisten mengamalkan ajaran yang sudah di sampaikan oleh Nabi Muhammad SAW tetapi juga untuk selalu menyiarkan ajaran dan syariat Islam, karena sesungguhnya menjadi sholeh saja tidak cukup, kita harus menjadi orang yang muslih juga.
Lantas bagaimana kita sebagai Pemuda Islam di zaman yang penuh fitnah dan kezaliman ini dapat menyikapi nya? di bawah ini adalah beberapa cara yang sudah di sampaikan oleh Nabi Muhammad SAW
Berpegang Teguh Pada Al-Quran Dan Sunah
dalam hadits Rasulullah SAW bersabda:
تَرَكْتُ فِيْكُمْ أَمْرَيْنِ لَنْ تَضِلُّوْا مَا تَمَسَّكْتُمْ بِهِمَا : كِتَابَ اللهِ وَ سُنَّةَ رَسُوْلِهِ
ADVERTISEMENT
Aku tinggalkan kepada kamu dua perkara, kamu tidak akan tersesat selamanya selama kamu berpegang dengan kedua-duanya, yaitu kitab Allah (Alquran) dan Sunahku.” (HR Al-Hakim).
Inilah yang menjadi perhatian bagaimana penting nya kita sebagai Pemuda yang beriman selalu mentaati dan mengamalkan Al-Quran dan Hadits,Karena ini adalah bekal kita agar selalu di jalan yang lurus.
Mencari Lingkungan Yang Baik
Ini adalah langkah selanjutnya yang bisa di lakukan oleh teman-teman semuanya, sebagai mahluk sosial untuk menumbuhkan kebiasaan baik, seperti yang di sebutkan dalam hadits Rasulullah SAW beliau bersabda:
عن أبي موسى الأشعري-رضي الله عنه- مرفوعًا: «إنما مَثَلُ الجَلِيسِ الصالحِ وجَلِيسِ السُّوءِ، كَحَامِلِ المِسْكِ، ونَافِخِ الكِيرِ، فَحَامِلُ المِسْكِ: إما أنْ يُحْذِيَكَ، وإما أنْ تَبْتَاعَ منه، وإما أن تجد منه رِيحًا طيبةً، ونَافِخُ الكِيرِ: إما أن يحرق ثيابك، وإما أن تجد منه رِيحًا مُنْتِنَةً».
ADVERTISEMENT
Yang artinya Dari Abu Musa Al-Asy'ari -raḍiyallāhu 'anhu- secara marfū', "Sesungguhnya perumpamaan orang yang bergaul dengan orang saleh dan orang jahat, bagaikan orang yang berteman dengan penjual minyak wangi dan pandai besi. Adapun penjual minyak wangi, bisa jadi memberi minyak kepadamu atau kamu membeli minyak darinya, atau paling tidak kamu mendapatkan aroma wangi darinya. Sedangkan pandai besi, mungkin ia akan membakar pakaianmu atau kamu akan mendapatkan aroma tidak sedap darinya."
Dari Hadits ini kita dapat simpulkan bahwa dampak yang kita akan rasakan sesuai dengan yang kita pilih. Jika kita mencari lingkungan yang baik maka kemungkinan besar kita akan terbawa dan jika kita mencari lingkungan yang buruk pun sama. Maka dari itu betapa penting nya kita sebagai pemuda mencari lingkungan yang baik agar dapat melanjutkan estafet dakwah dan menjadi pemimpin yang adil jauh dari tindakan korupsi.
ADVERTISEMENT
Itulah beberapa contoh yang dapat teman-teman ambil dan teladani sebagai bekal kita seorang pemuda Islam dalam melanjutkan kepemimpinan yang bebas akan korupsi dan kezaliman, karena banyak di luar sana yang pejabat, pemimpin yang memiliki ilmu yang tinggi tapi masih korupsi, inilah bukti betapa penting nya kita dalam memperbaiki akhlak sesuai dengan yang di ajarkan Rasulullah SAW.
Nah mungkin itu saja teman-teman pembahasan bagaimana langkah awal kita sebagai pemuda Islam yang hidup di zaman penuh dengan fitnah dan kezaliman sebagai calon pemimpin yang dapat menjauhi tindakan korupsi, semoga kita semua dijauhkan dari sifat zalim seperti itu, karena setiap apa yang kita perbuat itu ada pertanggung jawaban nya. sekian teman-teman semua tetap jaga kesehatan dan patuhi protokol ya!!
ADVERTISEMENT
REFERENSI:
https://www.kompas.com/skola/read/2020/05/16/171500569/ashabul-kahfi-kisah-7-pemuda-tidur-selama-309-tahun-dalam-gua?page=all
https://hadeethenc.com/id/browse/hadith/3127
https://www.muslimahnews.com/2019/11/03/menjaga-dua-warisan-rasulullah-saw/