Konten dari Pengguna

Fanatisme suporter sepak bola

Abdus syahid ihsan

Abdus syahid ihsan

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Abdus syahid ihsan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sepak bola merupakan olahraga yang sangat populer di Indonesia. Olahraga ini dikemas dengan sederhana dan dapat dinikmati berbagai kalangan. Kini perkembangan olahraga sudah semakin pesat. Dengan mudah kita jumpai anak – anak kecil hingga dewasa bermain bola di tanah lapang maupun penjuru gang.

Seseorang tak akan beranjak dari layar kaca saat pertandingan tim favorit meraka sedang bermain, begitu pula bagi mereka yang dapat menimati sepakbola secara langsung di dalam studio. Bahkan seorang percinta sepakbola tidak bergeming dengan harga tiket masuk yang mahal. Teriakan dan dukungan untuk tim kesayangan dan teriakan intimidasi untuk tim lawan juga secara otomatis akan menjadi tidak lanjutan. Di Indonesia bahkan dunia, sepak bola dan pendukukung merupakan satu kesatuan yang tidak akan terpisahkan.

Sepakbola secara baku hanya dimainkan oleh pemain yang berada di lapangan saja, namun tanpa kita sadari sering kali dalam permainan sepakbola terdapat individu – individu dari luar lapangan mendukung tim yang sedang bertanding. Individu – individu tersebut memberikan semangat dan motivasi melalui berbagai cara agar tim yang mereka dukung dapat mengalahkan lawannya. Tak heran jika individu – individu yang memberikan dukungan tersebut di sebut sebagai pemain ke – 12.

Sikap mempertahankan tersebut dapat diartikan sebagai persaan memegang teguh aktivitas atau prinsip dalam komunitasnya. Situasi tersebut jika berlebihan akan memunculkan fanatisme. Fanatisme merupakan sebuah keadaan dimana seseorang atau kelompok yang menganut paham, baik politik, agama, dan kebudayaan di aplikasikan dengan berlebihan.

Saya menyoroti tentang superter sepak bola di indonesia yang sangat fanatik ketika mendukung timnasnya bermain. Bayangkan saja, untuk level timnas U-16, Penonton sangat membludak di stadion, tidak hanya itu semenjak babak penyesihan penonton sudah membanjiri stadion

Suporter bola, seperti ungkapan dalam sepak bola, adalah pemain kedua yang menjadi warna tersendiri dalam sepakbola. Di ajang AFF U-16 saja ada banyak karakter orang yang menjadi superter bola. Ada yang membasuh dirinya dengan cat merah layaknya jersey timnas untuk menunjukan fanatismenya.

Kalau berbicara tentang sepak bola, orang Indonesia tidak perlu lagi diragukan fanatisme nya. Karena jika dilekatkan untuk mendukung timnas bisa sangat luar biasa animonya.

ketika kuliah, saya mengenal kata fanatik dan fanatisme menjadi negatif konotasinya jika disematkan ke gerakan-gerakan transnasional yang beberapa kali membuat gaduh, seperti fanatisme orang terhadap suatu golongan. Ini kemudian mengarah ke jalan yang salah sehingga bisa sampai menjadi tragedi, layaknya beberapa kasus bom yang terjadi di Indonesia. Tentu saja ini hanya soal pemahaman yang salah saja. Fanatisme bisa menjadi positif kalau dikelola dengan baik.

Selain melakukan aksi brutal, fantisme fans sepak bola terhadap klub kesayangan mereka juga ditunjukan dengan prilaku mengkonsumsi dan mengenakan aksesoris yang mincirikan klub yang didukungnya. Fanatisme ini ditunjukan dengan ekspresi kecintaan fans terhadap klub kesayangan mereka.

Berdasarkan fenomena diatas, menunjukan bahwa kecintaan yang berlebihan pada klub sepak bola akan mempengaruhi perilaku suporter untuk membeli dan mengenakan aksesoris yang mencirakan klub kesayangan merek.

Abdus Syahid Ihsan, mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Ahmad Dahlan.