Konten dari Pengguna

Menanti Adu Strategi di Final Inggris Lawan Italia

Abel Agnidita

Abel Agnidita

Nama: Abel Agnidita Instansi: Universitas Negeri Yogyakarta Jurusan: Administrasi Publik Alamat: Piyungan, Bantul, Yogyakarta

clock
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Abel Agnidita tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Menanti Adu Strategi di Final Inggris Lawan Italia
zoom-in-whitePerbesar

Turnamen yang digagas pertama kali oleh Henri Delaunay ini selalu sukses menarik perhatian. Agenda yang seharusnya dilakukan di tahun 2020 terpaksa harus ditunda karena keberadaan pandemi COVID-19. Tahun ini turnamen 4 tahunan yang diselenggarakan oleh UEFA, tetap menggunakan nama “UEFA Euro 2020”, meskipun sebenarnya dilakukan di tahun 2021. Diadakan di 11 negara berbeda, total dari turnamen ini ada 36 pertandingan dan turnamen ini diadakan dari tanggal 11 Juni 2021-11 Juli 2021. Perjalanan beberapa negara yang tergabung sudah berhenti di awal maupun tengah perjalanan. Tetapi beberapa negara lainnya masih banyak yang bertahan demi menggapai puncak tertinggi yaitu sebagai juara 1. Kekuatan dan kelemahan masing-masing tim sangat berbeda dan beragam sehingga mereka juga punya strategi khusus yang diyakini mampu membawa mereka pada kemenangan sampai akhir. Setelah babak semifinal berakhir, maka sekarang turnamen kali ini sudah sampai pada tahap menuju final. Setelah berhasil membekuk Spanyol dengan adu penalti, Italia langsung melenggang mulus ke final. Pada babak final, Italia sudah disambut manis oleh Inggris. Sebelum akhirnya bertemu dengan Italia, Inggris berhasil menang melawan Denmark dengan perolehan skor 2-1. Pada mulanya, Denmark sudah berhasil menjebol pertahanan Inggris di menit ke-30. Tetapi kemudian, Inggris mampu menyamakan kedudukan lewat bunuh diri yang dilakukan oleh Simon Kjaer di menit yang ke-39. Skor imbang terus berlanjut hingga berakhirnya permainan, sehingga pertandingan Inggris melawan Denmark pun terpaksa dilanjutkan dengan tambahan waktu 2x15 menit. Pada menit ke-104, Inggris mendapatkan penalti setelah sistem VAR menilai bahwa salah Raheem Sterling melakukan pelanggaran. Kesempatan ini digunakan seoptimal mungkin oleh Inggris untuk kemudian mereka berhasil mencetak gol dan keluar sebagai pemenang dan masuk ke final.

Sejarah prestasi Inggris di dunia sepak bola, terutama di pentas Eropa adalah hanya sampai semifinal. Pada saat mereka menjadi tuan rumah, yaitu di tahun 1996, mereka gagal untuk menuju ke laga puncak karena kalah adu penalti dengan Jerman. Sedangkan pada ajang Piala Dunia, Inggris pernah satu kali keluar sebagai juara di tahun 1966 dan pada saat itu mereka menjadi tuan rumah dan juga melawan Jerman dengan perolehan skor 4-2 lewat perpanjangan waktu. Inggris berupaya kuat dan penuh untuk mengerahkan semua kelebihan dan juga kekuatan sambil meminimalisir kelemahan untuk bertanding melawan Italia di babak final. Sedangkan apabila kita melihat sejarah, Italia merupakan tim terbaik Eropa dan dunia dengan rekor 32 pertandingan yang tidak terkalahkan. Pada ajang Piala Eropa sendiri, Italia sudah berhasil menang sebanyak 2 kali. Dilihat dari catatan sejarah yang ada, Inggris mempunyai catatan buruk apabila bertemu dengan Italia terutama di laga internasional. Mereka terakhir kali bertemu adalah pada saat laga grup D di Piala Dunia 2014. Pada pertandingan itu Italia menang dengan perolehan skor 2-1. Sebelumnya, mereka pernah bertemu pada saat Piala Eropa di tahun 1980 dan 2012 dengan kemenangan Italia dan Piala Dunia di tahun 1990 juga dengan kemenangan Italia. Tim yang dijuluki Three Lions ini tidak pernah menang melawan Italia baik di turnamen Piala Dunia maupun di Piala Eropa. Hal ini terjadi sejak partai Kualifikasi Piala Dunia di November 1977. Fakta ini jelas menjadi pertimbangan yang cukup mumpuni bagi kedua negara terutama Inggris dalam merencanakan strateginya. Bukan tidak mungkin, kalau tahun ini Inggris berkesempatan untuk menang melawan Italia. Tak lupa juga bagi Italia agar mampu mempertahankan dan juga mengembangkan strategi mereka dalam mengalahkan Inggris. Keduanya berhak mengeluarkan strategi terbaik mereka dan biar kuat minum Kuku Bima, Roso!