Menanti (Lagi) Kemenangan Spanyol

Nama: Abel Agnidita Instansi: Universitas Negeri Yogyakarta Jurusan: Administrasi Publik Alamat: Piyungan, Bantul, Yogyakarta
Tulisan dari Abel Agnidita tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Piala Eropa merupakan salah satu turnamen sepak bola antara nasional sepak bola yang berada di bawah UEFA. Turnamen ini diadakan setiap 4 tahun sekali dengan laga perdana di babak penyisihan dilakukan di tahun 1958. Pada tahun 1968, kejuaraan sepak bola antar negara UEFA ini resmi menggunakan nama The European Championship. Terjadinya Piala Eropa, tidak bisa dilepaskan dari peran Henry Delaunay yang merupakan Sekjen Pengurus Sepak Bola Perancis. Beliau beranggapan bahwa perlu ada sebuah media yang tujuannya adalah untuk menyatukan beragam turnamen di Eropa dalam satu liga gabungan. Salah satu upaya yang dilakukan Delaunay adalah berusaha untuk melobi berbagai negara Eropa Barat dan juga Eropa Timur sejak tahun 1950 dalam rangka untuk mewujudkan keinginannya tersebut. Tetapi sayangnya sebelum kejuaraan pertama dilaksanakan, beliau sudah tutup usia. Sebagai bentuk penghargaan atas perannya maka trofi yang diperebutkan pada kejuaraan tersebut diberi nama Trofi Henry Delaunay.
Pada tahun pertama kejuaraan sepak bola Eropa, dari 33 negara yang diundang hanya 17 negara yang ikut serta di tahun 1960. Di tahun 1964, pada saat perhelatan kejuaraan sepak bola Eropa yang kedua diadakan, partisipasi negara-negara di Eropa mulai meningkat. Dari 33 negara yang diundang, ada 29 negara yang ikut serta. Di tahun berikutnya, yaitu di tahun 1968, negara yang berpartisipasi meningkat menjadi 31 negara. Seharusnya, kejuaraan sepak bola Eropa dilakukan di tahun 2020 kemarin. Tepatnya di tanggal 12 Juni 2020-12 Juli 2020. Tetapi karena pandemi COVID-19, turnamen tersebut kemudian diundur menjadi tanggal 11 Juni 2021-11 Juli 2021. Meskipun dilakukan di tahun 2021, turnamen ini tetap menggunakan nama “UEFA Euro 2020”. Diadakan di 11 negara berbeda, total dari turnamen ini ada 36 pertandingan. Saat ini pertandingan sudah sampai pada babak perempat final dan sudah ada 2 negara yang lolos ke babak semifinal per tanggal 3 Juli 2021 yaitu Italia dan Spanyol. Di babak sebelumnya, Spanyol berhasil mengalahkan Swiss dengan skor 3-1, sedangkan Italia berhasil mengalahkan Belgia dengan skor 2-1. Spanyol menjadi tim pertama yang melenggang sempurna ke semifinal.
Sekali lagi Spanyol menunjukkan pesonanya. Sebagai negara penguasa tropi terbanyak Piala Eropa bersama Jerman yaitu dengan jumlah 3 piala, Spanyol terus memiliki misi untuk pulang sebagai juara. Meskipun kapten sekaligus kolektor penampilan terbanyak, Sergio Ramos, harus absen karena cedera, tetapi Spanyol terus berusaha menyuguhkan penampilan terbaik mereka. Sebagai negara pertama yang berhasil masuk ke babak semifinal, Spanyol akan berhadapan dengan Italia demi memperebutkan tiket di Wembley nantinya. 2 negara yang memiliki kekuatan yang sama besarnya ini akan menjadi pertandingan yang sengit dan seru pastinya. Tak hanya sekedar adu kekuatan dan juga keunggulan, tetapi keduanya juga akan adu gengsi saking seringnya mereka bertemu di tiap laga kejuaraan. Italia sebagai tim terbaik Eropa dan dunia dengan rekor 32 pertandingan yang tidak terkalahkan dan juga mempunyai 13 kemenangan beruntun berhadapan dengan Spanyol yang merupakan tim sepak bola yang ditakuti dunia dengan 12 pertandingan terakhir yang tidak terkalahkan, akan membawa euphoria terbaik. Tim besutan Luis Enrique, ini mempunyai komposisi pemain 4-4-3 yang dipadukan dengan permainan direct. Skema ini menjadi salah satu strategi mereka dalam menghadapi lawan. Melihat dari pertandingan sebelumnya dengan Swiss, Spanyol dengan tegak berani percaya bahwa mereka akan mengalahkan Italia dengan mudah. Mereka berusaha untuk meminimalisir kesalahan yang sebelumnya terjadi pada saat melawan Swiss. Kepercayaan itu muncul dari seluruh pemain yang terlibat. Dengan sejarah dan kekuatan yang mumpuni, dirasa bukan hal yang sulit bagi Spanyol untuk mengamankan tiket. Dari statistik pertemuan kedua tim, Spanyol sudah menang 3 kali dibandingkan dengan Italia yang baru menang sebanyak 2 kali. Spanyol jelas diunggulkan untuk menang dan memang akan menang pada pertandingan kali ini. Mari kita sambut kemenangan Spanyol dan biar kuat minum Kuku Bima, Roso!
