Konten dari Pengguna

Event Volunteer Keputusan Tepat sebelum Magang dan Masuk ke Dunia Kerja

Abelargo Rafhael

Abelargo Rafhael

Mahasiswa BINUS jurusan Marketing Communication

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Abelargo Rafhael tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

https://unsplash.com/photos/JNuKyKXLh8U Ilustrasi Event
zoom-in-whitePerbesar
https://unsplash.com/photos/JNuKyKXLh8U Ilustrasi Event

Mahasiswa di atas semester empat sudah mulai kelimpungan untuk mencari tempat magang yang sesuai dengan kemauan mereka. Saat itu juga biasanya mereka melakukan berbagai cara agar cv-nya terlihat lebih menarik.

Hal tersebut dilakukan, agar perusahaan yang menjadi incaran mereka melirik dan menerima mahasiswa tersebut sebagai anak magang.

Saya sendiri mengalami hal yang sama saat mencari tempat kerja sesuai dengan yang saya inginkan. Dengan strategi yang saya miliki, saya mengikuti berbagai macam event volunteer dengan tujuan mendapatkan pengalaman yang tidak saya dapatkan di dunia perkuliahan.

Pada awalnya saya skeptis dengan diri saya sendiri. Saya merasa bahwa event volunteer adalah hal yang membuang waktu dan tidak berguna pada diri saya ke depannya.

Ilustrasi konser musik. Foto: Suzanne Cordeio/AFP

Namun, dengan bujukan dan motivasi dari teman-teman saya, saya menjadi lebih percaya diri untuk mengikuti event volunteer dan menambahkan pengalaman yang saya miliki.

Banyak sekali event yang membuka lowongan volunteer saat ini, mulai dari event musik hingga sosial.

Event pertama yang saya ikuti sebagai volunteer adalah acara musik berskala sedang. Saya mendapatkan posisi sebagai anggota dari divisi acara.

Event ini banyak mengajarkan saya apa itu manajemen waktu yang baik, pengelolaan emosi, teamwork, dan disiplin. Dengan membuat konsep acara secara keseluruhan bersama dengan anggota divisi acara yang lain, saya menjadi lebih mengerti perasaan rekan satu sama lain.

Ilustrasi konser musik. Foto: Suzanne Cordeio/AFP

Egois adalah hal yang akan membuat semuanya jadi berantakan. Maka dari itu, kita harus dapat merumuskan sebuah konsep dari berbagai macam ide yang dikeluarkan.

Kumpulan ide itu akan digabungkan dan menjadi suatu kesatuan yang unik dan sesuai dengan visi misi yang telah ditetapkan.

Dengan konsep yang telah matang dan ditetapkan, kita akan naik ke tahap persiapan. Persiapan sendiri akan dibantu oleh divisi-divisi lain yang telah dibagikan tugasnya masing-masing.

Maka dari itu, kerja sama yang kuat sangat dibutuhkan untuk dapat mewujudkan apa yang telah kita rumuskan bersama. Misscom adalah hal yang sering terjadi dan berakibat fatal pada setiap kerja sama tim.

Ilustrasi komunikasi terjaga dengan rekan kerja. Foto: Shutterstock

Kita harus lebih memahami dan menerapkan adanya komunikasi yang dapat diterima di berbagai kultur yang ada pada tim volunteer tersebut.

Dengan rencana yang matang dan eksekusi yang baik, suatu event akan terlaksana dengan baik. Kita akan mendapatkan banyak pengalaman dan pelajaran yang dapat dipetik dari kegiatan volunteer tersebut.

Maka dari itu, dengan semua yang dilakukan saat menjadi volunteer, kita dapat siap untuk menjalani dunia magang atau kerja yang sudah menanti di depan mata.

Ilustrasi konser musik. Foto: Anthony Wallace/AFP

Menurut saya, volunteer adalah hal yang sangat baik untuk melengkapi ilmu-ilmu yang sudah diberikan pada mata kuliah.

Bukan hanya itu, kita juga bisa mengasah skill-skill yang kita miliki dan mengimplementasikannya pada dunia nyata. Kita sendiri dilatih untuk menjadi lebih kuat, tahan banting, dan memiliki kapabilitas yang lebih tinggi untuk masa depan kita nantinya.