Akhirnya 10 Ton Tumpukan Sampah di Babelan Diangkut DLH Kabupaten Bekasi

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bekasi mengangkut sekitar 10 ton sampah yang berserakan di Jalan Raya Pulo Timaha, Kecamatan Babelan. Proses pengangkutan dilakukan secara manual dengan dukungan dua unit dump truck pada Rabu (1/7).
Humas DLH Kabupaten Bekasi, Dedi Kurniawan, mengatakan sampah yang diangkut didominasi sampah rumah tangga.
"Ada kurang lebih 10 ton diangkut dengan cara manual didukung 2 dump truck," kata Dedi Kurniawan, Kamis (2/7).
Ia menjelaskan, mayoritas sampah yang ditemukan di lokasi merupakan sampah rumah tangga, seperti bekas makanan dan plastik.
"Rumah tangga," ujarnya saat ditanya mengenai jenis sampah yang mendominasi.
Untuk mencegah pembuangan sampah sembarangan terus berulang, DLH Kabupaten Bekasi akan berkolaborasi dengan pemerintah desa setempat.
"Mitigasinya kami akan kolaborasi dengan Pemdes setempat agar dilakukan pendataan warga yang ingin dapat pelayanan," kata Dedi.
Selain itu, pihaknya juga akan memasang banner larangan membuang sampah di lokasi tersebut sebagai upaya memberikan edukasi kepada masyarakat.
"Agar tak terus terulang selain itu kami akan pasang banner pelarangan di lokasi," pungkasnya.
Sebelumnya, sejumlah titik di Jalan Pulo Timaha, Babelan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, dipenuhi tumpukan sampah. Pantauan kumparan pada Selasa (30/6), terdapat dua lokasi pembuangan sampah liar di kawasan yang sama.
Lokasi pertama berada di tepi jalan yang berbatasan langsung dengan kali. Tumpukan sampah tidak hanya memenuhi bahu jalan, tetapi juga menutupi aliran kali sehingga air tampak tidak dapat mengalir dengan lancar.
Berbagai jenis sampah terlihat bercampur tanpa pemilahan. Sampah organik dan anorganik menumpuk menjadi satu, mulai dari sisa dapur, plastik, popok sekali pakai, bantal bekas, kain, rambut, hingga bekas alat kontrasepsi. Di antara tumpukan tersebut juga terlihat satu bungkus besar kerupuk yang masih tersusun rapi dalam kemasan-kemasan kecil, diduga dibuang karena sudah tidak layak konsumsi.
Di lokasi kedua, tumpukan sampah berada di sisi jalan yang berbatasan langsung dengan hamparan sawah. Pemandangan persawahan yang seharusnya menjadi ruang terbuka hijau justru kontras dengan keberadaan sampah yang menumpuk di tepi jalan. Sebagian sampah bahkan mulai merambat ke badan jalan hingga memakan sekitar seperempat lebar jalan. Kondisi tersebut membuat pengendara harus menghindar ke sisi lain saat melintas.
Di beberapa titik juga terlihat bekas pembakaran sampah. Sebagian tumpukan tampak menghitam dan masih menyisakan abu, meski belum diketahui siapa yang melakukan pembakaran tersebut.
