Basarnas Sebut Bangkai KM Virgo Masih Bergerak 1,6 NM: Ada Ruang Kosong

Bangkai KM Virgo Transport 8 yang terbalik di Laut Jawa masih bergerak meski berada di kedalaman sekitar 30 meter. Kondisi ini diduga terjadi karena masih terdapat sejumlah sekat atau ruang kosong di dalam kapal yang belum terisi air.
Kabasarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii mengatakan, titik lokasi kapal telah bergeser sekitar 1,6 nautical mile dari posisi sebelumnya.
“Saya sampaikan posisi datum atau titik letak dari Kapal Virgo Transport 8 ini ada pergeseran. Dari yang kemarin saya sampaikan, saat ini sudah bergeser kira-kira 1,6 nautical mile dalam kondisi terbalik,” kata Syafii dalam konferensi pers, Senin (14/9).
Menurut Syafii, pergerakan bangkai kapal menjadi tantangan dalam operasi pencarian korban. Sebab, kapal masih dalam posisi melayang di bawah permukaan laut, bukan sepenuhnya tenggelam dan menetap di dasar laut.
“Artinya bahwa kapal ini di dalamnya masih ada sekat-sekat atau ruang-ruang kosong sehingga memungkinkan kapal ini masih bisa bergeser melayang. Dan ini menjadi kesulitan yang kedua,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kondisi ruang kosong di dalam kapal juga membuat proses penyelaman harus dilakukan dengan sangat hati-hati. Membuka sekat tertentu berpotensi menimbulkan perubahan tekanan yang membahayakan penyelam.
“Nah begitu juga pada saat ada ruang-ruang di kapal yang kosong ini, kalau kita sampai memaksakan untuk masuk, apabila kita membuka misalkan salah satu sekat dari ruang kosong ini, di situ ada perubahan tekanan yang luar biasa, tentunya ini akan sangat membahayakan,” jelasnya.
Basarnas bersama unsur TNI AL dan tim SAR gabungan masih mengkaji sejumlah opsi untuk menangani posisi bangkai kapal tersebut. Salah satunya adalah membalik posisi kapal agar lebih mudah ditangani.
“Bahkan kita berpikir bagaimana kita bisa mengubah posisi dari tengkurapnya kapal ini untuk kita balik. Itu yang pertama,” tutur Syafii.
Selain itu, tim juga mempertimbangkan kemungkinan menarik kapal dari lokasinya saat ini. Syafii menyebut kondisi laut di sekitar bangkai kapal tergolong dangkal dengan kedalaman sekitar 30 meter.
“Kemudian yang kedua, sebenarnya kalau dalam kondisi seperti ini dari teman-teman, masukan dari teman-teman dari TNI Angkatan Laut, malah kalau perlu tenggelam akan lebih baik kalau misalkan kapal itu diam karena memang posisi keberadaan kapal ini di kedalaman yang sebenarnya merupakan laut yang dangkal, jadi kira-kira di 30 meter,” katanya.
Sementara itu, operasi pencarian korban tetap dilanjutkan di permukaan air. Hingga Senin, dari total 243 orang di kapal, sebanyak 114 korban telah ditemukan, 6 di antaranya meninggal dunia, dan 129 lainnya masih dalam pencarian.
Basarnas juga menunda pencarian bawah laut karena cuaca buruk. Operasi underwater direncanakan dilakukan besok dengan dukungan KRI Canopus, drone bawah laut, Multibeam Echo Sounder, dan ROV.
