BNPB: Gempa Susulan di NTT Capai 5.688 Kali, Terbesar 6,2 Magnitudo

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Tim K-9 SAR Polri kerahkan 10 anjing pelacak perkuat operasi kemanusiaan dan pencarian korban pascagempa di wilayah Manggarai serta Manggarai Timur, NTT, Kamis (20/8/2026). Foto: Dok. Polri
zoom-in-whitePerbesar
Tim K-9 SAR Polri kerahkan 10 anjing pelacak perkuat operasi kemanusiaan dan pencarian korban pascagempa di wilayah Manggarai serta Manggarai Timur, NTT, Kamis (20/8/2026). Foto: Dok. Polri

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat gempa susulan di Nusa Tenggara Timur (NTT) telah mencapai 5.688 kali hingga Minggu (23/8).

Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan, gempa susulan terkecil yang tercatat memiliki magnitudo 1,1. Sementara itu, sebanyak 132 gempa susulan dirasakan oleh warga pada hari ini.

“Gempa susulan sampai hari ini, Minggu, 23 Agustus 2026, mencapai 5.688 kali. Magnitudo terbesar adalah 6,2 dan yang terkecil adalah 1,1,” kata Berton dalam konferensi pers, Minggu (23/8).

Berton menyebut, rangkaian gempa susulan tersebut masih menunjukkan pola temporal yang belum sederhana. BNPB memperkirakan gempa susulan masih dapat berlangsung sekitar 3-4 minggu sejak gempa utama.

“Gempa susulan diperkirakan berlangsung sekitar 3 sampai 4 minggu sejak gempa utama,” ujarnya.

BNPB mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi gempa susulan yang masih terjadi. Namun, warga yang rumahnya tidak mengalami kerusakan akibat rangkaian gempa sebelumnya diimbau dapat kembali ke rumah masing-masing.

“Masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya,” kata Berton.

NTT Diguncang Gempa M 7,7

Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 sempat mengguncang wilayah Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, pada Sabtu (15/8). Berdasarkan catatan BMKG, gempa terjadi pada pukul 04.58 WIB.

Pusat gempa berada di koordinat 8,41 LS dan 121,39 BT atau sekitar 30 kilometer timur laut Nagekeo dengan kedalaman 15 kilometer.

Hingga kini, tercatat 91 orang meninggal dunia sejak gempa itu terjadi. Sementara, sekitar 161 ribu warga mengungsi.